Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Petinggi di Jepara Diminta Jadi Panutan Penerapan Protokol Kesehatan

MURIANEWS, Jepara – Dalam upaya penerapan protokol kesehatan yang lebih masif di masyarakat, para Petinggi Desa di Jepara kembali diminta untuk lebih proaktif. Mereka diminta untuk bisa lebih menunjukan peran mereka di tengah masyarakat.

Bupati Jepara Dian Kristiandi bahkan meminta mereka untuk bisa menjadi panutan atau teladan di dalam pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes).

Dian Kristiandi, menyampaikan penegasan ini saat melakukan kegiatan silaturahmi dan doa bersama, dengan sejumlah tokoh agama, dan tokoh masyarakat, di Kantor Kecamata Pakis Aji, Rabu (4/11/2020).

Pihaknya berharap, para petinggi desa dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya. Kalau petingginya abai dalam soal protokol kesehatan, maka bagaimana bisa mereka mendorong masyarakat untuk patuh.

Dalam kegiatan silaturahmi ini, Dian Kristiandi juga berkeliling ke sejumlah desa untuk melihat lebih dekat kesiapan mereka dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Kecamatan Pakis Aji, menurut Dian Kristiandi sangat menjunjung tinggi keberagaman (pluralitas).

Masyarakatnya hidup secara toleran pada tatanan masyarakat yang berbeda suku, agama, golongan, dan pandangan hidup. Kondusifitas di tengah keberagamaan ini, juga akan menjadi modal bersama untuk melaksanakan kenormalan baru (New Normal) di tengah masyarakat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

“Ada pak pendeta, pak kiai, dan juga tokoh agama lain. Juga jangan lelah untuk menyampaikan edukasi mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan pada saat ini dan mendatang. Hal ini harus disampaikan kepada masyarakat dengan benar,” ujarnya, Rabu (4/11/2020).

Dian Kristiandi juga mengapresiasi, peran kecamatan, bersama Koramil, dan Polsek yang telah ikut mengawasi masyarakat, selama masa pandemi. Jika ada masalah di masing-masing wilayah, masyarakat bisa langsung lapor kepada mereka.

Sampai saat ini, secara umum Kabupaten Jepara masih berada di zona oranye dengan tingkat risiko sedang. Sehingga, masih ada kemungkinan-kemungkinan, jika masyarakat abai terhadap protokol kesehatan akan kembali ke zona merah.

Sejauh ini, Pemerintah belum bisa memastikan kapan selesainya pandemi Covid-19 ini. Semuanya masih bergantung pada kemauan masyarakat di dalam menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat tetap harus menjalankan kehidupan sosial sehari-hari dalam masa pandemi ini. Caranya adalah dengan tetap waspada dan secara ketat menerapkan protokoler kesehatan.

“Jika penerapan protokol kesehatan dilakukan secara terus menerus, maka tidak akan menimbulkan ketimpangan dalam penanganan covid. Saat ini Perbup Nomor 52 tentang pembatasan Kegiatan masyarakat (PKM) memberikan kelonggaran-kelonggaran atau relaksasi untuk kegiatan yang berhubungan dengan bidang ekonomi. Namun demikian semua tetap harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan. Wajib itu,” tambahnya.

Camat Pakis Aji Arif Budianto, dalam kesempatan yang sama juga meminta para tokoh agama dan masyarakat di Kecamatan pais Aji, untuk tidak bosan mengedukasi masyarakat. Kunci keberhasilan untuk mengendalikan pandemi covid adalah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saat ini, secara total ada 88 kasus terkonfirmasi positif Covid di Kecamatan Pakis Aji. Sebayak 74 orang sudah dinyatakan sembuh, kemudian 2 orang masih dirawat. Sementara 10 orang lainnya masih menjalani isolasi. Sedangkan yang meninggal sudah ada dua orang,” jelas Arif Budianto.

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...