Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pandemi, Sinden di Jepara Banting Setir Jadi Pembuat Criping Pisang

MURIANEWS, Jepara – Pandemi Covid-19 menimbulkan banyak dampak bagi masyarakat. Khususnya di bidang ekonomi, banyak pihak yang terdampak sampai harus kehilangan mata pencahariannya.

Di Kabupaten Jepara, dampak pandemi khususnya sangat berat dirasakan oleh para pekerja seni. Karena adanya pembatasan kegiatan, nyaris dalam enam bulan terakhir banyak seniman tidak bisa mendapatkan sumber kehidupannya.

Larangan pentas bagi semua jenis seni pertunjukan, sebagai bagian pembatasan kegiatan karena pandemi Covid-19, dirasakan sangat berat bagi para seniman. Termasuk Linda Poppy warga Desa Bondo, Bangsri, Jepara, yang selama ini berprofesi sebagai seorang pesinden atau waranggono.

Sejak covid menggila, profesinya sebagai seniman bisa dikatakan benar-benar ‘mati’ sampai saat ini.

“Saya seorang pesinden dan sekaligus penyanyi juga. Untuk profesi ini, saat ini benar-benar seperti menjalani masa-masa tak jelas. Sudah hampir enam bulan tidak bisa manggung gara-gara pandemi. Tentu ini sangat memukul kehidupan kami sekeluarga,” ujarnya, Rabu (4/11/2020).

Meski demikian, Poppy mengaku tetap harus menjalani kehidupannya. Dirinya bertekad untuk bisa bangkit dalam situasi ini. Untuk bisa tetap mencukupi kebutuhan keluarga, dirinya memutuskan untuk membuat usaha pembuatan criping pisang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

Usaha ini dirintisnya sejak April 2020 lalu, di tengah mulainya pandemi covid terjadi di Jepara.

Beruntung, kemampuan membuat criping pisang ini sudah dikuasainya sejak masih muda dulu. Sehingga dirinya tinggal mengembangkan kualitas produk dan membuka pasar.

Untuk mengembangkan kualitas produk, dirinya banyak belajar melalui internet. Sementara untuk pemasaran, relasinya sebagai seorang seniman betul-betul dimanfaatkannya.

“Saya menggunakan pisang gablog sebagai bahan bakunya. Selain masih mudah didapatkan, pengolahannya relative mudah. Awalnya saya titipkan ke warung-warung tetangga dan teman-teman relasi. Banyak orang kemudian menyebut produk saya ini dengan sebutan criping sinden. Maka akhirnya jadilah criping sinden ini sebagai nama produk saya,” jelas Poppy yang memiliki nama asli Lindawati ini.

Diakui oleh Poppy, memulai sesuatu yang baru bukanlah hal yang mudah. Dirinya mengaku harus bekerja keras dan selalu melakukannya dengan penuh kesungguhan.

Dari usaha ini, dirinya mengaku sudah mulai terbantu dalam mencukupi kebutuhan keluarga. Situasi pandemi Covid-19 memang membutuhkan sebuah sikap pantang menyerah bagi yang terdampak.

“Tentu saja saya masih tetap ingin nyinden dan menyanyi lagi. Karena itu profesi saya, panggilan jiwa saya. Namun kondisinya masih belum memungkinkan. Tapi saya percaya, selalu ada jalan dari Tuhan jika kita mau berusaha,” tegasnya.

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...