Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mendaki Gunung Lagi Ngetren, Jangan Ngaku Pendaki Sejati Jika Tak Punya Ilmu Ini

MURIANEWS, Kudus – Di kalangan generasi muda saat ini, mendaki gunung tengah menjadi tren tersendiri. Terlebih saat pandemi ini, gunung atau wisata alam menjadi pilihan alternatif untuk berwisata.

Hal tersebut ditanggapi oleh Ronald Guido Suitela, seorang pendaki senior dan pegiat lingkungan asal Semarang saat ditemui MURIANEWS di Kudus. Menurutnya, bekal yang harus dimiliki seorang pendaki bukan hanya nyali saja, namun juga ilmu pengetahuan tentang alam.

“Mendaki gunung atau wisata alam saat ini memang sangat populer. Ini fenomena baru yang sangat luar biasa. Zaman saya dulu sudah banyak pendaki gunung, tapi tidak sebanyak sekarang ini yang sangat luar biasa,” katanya.

Ia mencontohkan, seperti di Gunung Prau , bahkan dalam satu tempo bisa mendapat kunjungan 6.500 pendaki.

“Memang tidak setiap hari, kadang seribu kadang 2.000 pengunjung. Tapi ketika sangat banyak apa indahnya, berdesak-desakan di atas gunung,” ujarnya.

Menurutnya saat ini hal yang begitu mendesak yakni perlu adanya edukasi pengetahuan tentang gunung, hutan, alam dan segala isinya. Agar para generasi muda tidak mendaki hanya untuk mencari sensasi.

Namun juga bisa ikut merawat dan mencintai alam dengan sungguh-sungguh.

“Awali lah dengan langkah-langkah kecil. Dimulai dari diri sendiri dengan cara tidak membuang sampah sembarangan di gunung atau alam. Jangan tinggalkan sampah di gunung, bawalah turun sampah yang kita (pendaki) temukan hingga menjaga satwa liar,” ungkap pria yang pernah menjabat Kepala Humas Perhutani Jawa Barat itu.

Ia pun mengimbau agar semua pendaki gunung bisa mencintai alam berawal dari hal-hal kecil tersebut.

“Seperti slogan pendaki gunung yang saat ini harus tetap diteruskan. Yakni jangan mengambil apapun di gunung kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun di gunung kecuali jejak kali dan jangan membunuh apapun kecuali waktumu,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...