Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Diyakini Bisa Sembuhkan Covid, Budidaya Madu Klanceng Punya Prospek Tinggi

MURIANEWS, Blora – Budidaya lebah madu di masa pandemi Covid-19 ini sangat prospektif untuk dikembangkan. Salah satunya jenis lebah klanceng. Terlebih madu dari lebah klanceng ini banyak diyakini bisa menyembuhkan orang yang terpapar corona.

Salah satu pembudidaya madu klanceng di Blora yang telah merasakan manfaat dari madu klanceng ini adalah Lilik Lukitowati, warga Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora. Ia mengakui baru memulai budidaya klanceng ini saat pandemi sudah berlangsung, namun menurut dia usahanya itu langsung menunjukkan hasil.

“Saya menekuni budidaya lebah madu klanceng mulai Agustus 2020. Tapi sebelumnya saya sudah mengkonsumsi madu klanceng dari Gunung Kidul. Setelah itu saya lepas semua obat yang pernah saya konsumsi selama 30 tahun lebih,” terang Lilik Lukitowati di Griya Lebah Klanceng Blora, Rabu (3/11/2020).

Lilik menjelaskan  dirinya mengembangkan dan membudidayakan sendiri lebah klanceng, karena prospek ke depan dinilai sangat bagus dan dicari orang. Karena saat ini di pasaran masih belum banyak orang yang menjual madu jenis ini.

“Jadi prospek banget untuk warga Blora yang banyak sudah mengenal madu klanceng untuk dibudidayakan, diambil madunya dan tidak banyak biaya yang keluar,” kata dia.

Warga menunjukkan kendil wadah indukan lebah klanceng. (MURIANEWS/Priyo)

Untuk harganya lanjut Lilik, di pasaran kurang lebih Rp 600.000 per liter. Pemasarannya madu klanceng pun cukup mudah. Bahkan perawatannya juga tidak rumit.

“Saya punya 100 kendil (wadah dari tanah liat) untuk budidaya klanceng. Asumsinya, satu kendil, dalam tiga bulan sekali itu panen Rp 300.000. Padalah saya beli Rp 350.000 per kendil dari Gunung Kidul. Sekarang, kalau saya punya 100 kendil dikalikan Rp 300.000 per tiga bulan sekali sudah Rp 30 juta,” ujarnya.

Jika dikalkulasi dalam satu bulan ia bisa mengantongi hasil sekitar Rp10 juta. Pendapatan tersebut menurutnya sangat cukup untuk menopang kehidupan keluarganya.

Ia juga menyebut, jika banyak pasien corona yang sudah merasakan khasiat dari madu klanceng tersebut.

“Rata-rata sembuh. Yang sudah laporan ke saya itu ada 12 orang sembuh. Ada istrinya almarhum dokter juga minum madu klanceng ini habis dua botol dan sembuh. Bahkan bersaksi sembuh dari Covid-19 berkat mengkonsumsi madu Klanceng,” terangnya.

Pihaknya pun mengajak warga untuk ikut membudidayakan lebah ini dan membentuk kelompok tani hutan. Terlebih menurutnya, untuk merawat lebah ini sangat mudah. Karena klanceng bisa mencari makanan dari tanaman sekitar, mulai dari bayam, bunga kertas, bunga kocai, kenikir dan bunga blimbing.

“Pokoknya bunga-bungaan itu sangat disenangi. Khususnya ada bunga yang namanya air mata pengantin, itu makanan pokok. Ini makananya murah sekali, bagaikan kita tidak pernah keluar uang,” tambahnya.

Menurut dia, peluang usaha budidaya madu klanceng masih terbuka lebar, karena masih kekurangan stok setiap bulannya. Selain itu, lebah klanceng tidak menyengat sehingga aman dikembangkan di lingkungan rumah.

“Untuk perawatannya mudah, hanya hindari dari sinar matahari langsung, bisa meleleh karena berasal dari getah pohon. Dan juga hindari hujan karena lembab,” ucapnya.

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...