Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

TKI Asal Pati Diduga Dianiaya di Singapura, KBRI Minta Usut Tuntas

MURIANEWS, Pati – Salah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pati, Sugiyem diduga mendapatkan penganiayaan oleh majikannya di Singapura. Hal itu dilaporkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura dalam siaram pers pada Selasa (3/11/2020) kemarin.

Dalam siaran pers itu dituliskan bahwa Sugiyem telah bekerja di Singapura secara direct hiring sejak tahun 2015 melalui Batam. Selama bekerja di Singapura, dia telah berpindah bekerja dua kali.

“KBRI Singapura sudah memberikan Kartu Pekerja Indonesia Singapura kepada Sugiyem pada tahun 2017 agar bisa menghubungi Kantor Perwakilan apabila menghadapi persoalan huhungan kerja. Namun setelah berpindah kerja di tempat kerja yang terakhir, Sugiyem mengaku tidak bisa berkomunikasi karena telepon mobilnya dipegang majikannya,” tulis KBRI Singapura dalam siaran pers itu.

Lebih la junjut, Sugiyem dikirim kembali ke Indonesia pada 23 Oktober 2020 oleh majikannya dalam kondisi sakit. Dia mengaku kerap kali mendapatkan kekerasan fisik pada kepala, wajah, telinga, punggung, tangan, bahkan mata, dan bagian tubuh lainnya dari majikan, sejak tahun 2019.

“Akibatnya Sugiyem kini mengalami masalah penglihatan dan pendengaran,” lanjutnya.

Pihak KBRI sudah memastikan, bahwa alamat majikan yang disebutkan Sugiyem benar adanya. Keberadaan Sugiyem di Singapura adalah legal, atau sudah sesuai ketentuan.Sebagai bentuk pelindungan terhadap Warga Negara Indonesia, KBRI Singapura berupaya memastikan agar yang bersangkutan mendapatkan keadilan dan hak–haknya.

“KBRI telah melaporkannya kepada instansi terkait di Singapura, seperti Ministry of Foreign Affairs (MFA), Ministry of Manpower (MOM), dan Singapore Police Force (SPF) agar kasus yang dialami Sugiyem dapat segera ditindaklanjuti,” tulisnya.

KBRI juga berkoordinasi erat dengan instansi terkait di Indonesia untuk mendapatkan bukti- bukti kekerasan.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...