Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

GP Ansor Siap Tanggulangi Corona di Kudus, Begini Caranya

MURIANEWS, Kudus – Presiden Joko Widodo menginstruksikan GP Ansor untuk merapatkan barisan guna mencegah penyebaran virus corona di Indonesia. Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta para pemuda Ansor turut menanggulangi dampak corona yang sudah berjalan selama delapan bulan ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua GP Ansor Kudus Dasa Susila menegaskan kesiapan organisasinya untuk memerangi virus corona. Khususnya yang tengah terjadi di Kota Kretek.

Dalam Live Talkshow Ubah Laku di Era Baru #3 “Ansor Mengawal Protokol” yang diselenggarakan MURIANEWS Selasa (3/11/2020) malam, Dasa Susila yang menjadi narasumber bersama Kepala Instalasi Bedah Sentral RSUD Loekmono Hadi Kudus dr Wahyu Widjanarko SpB, mengatakan Ansor Kudus punya sejumlah progam.

Progam-progam tersebutlah, yang akan menjadi senjata Ansor dalam memerangi sekaligus menanggulangi dampak penyebaran corona di Kudus.

“Kami punya sejumlah progam, kami tidak berdiam diri saja. Teman-teman ansor terus perangi covid-19. Delapan bulan ini kami bergerak,” kata Dasa dalam live talkshow malam ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

Di antaranya, rinci Dasa, adalah menyosialisasikan pola hidup sehat. Baik pada semua kader Ansor, maupun kepada masyarakat luas. Hal yang disosialisasikan, adalah seperti ajakan memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, hingga menghindari kerumunan.

Selain itu, lanjut dia, pihak Ansor juga turut menginisiasi gerakan membuat tempat cuci tangan sederhana. Untuk kemudian didistribusikan ke sejumlah fasilitas dan ruang terbuka publik.

“Semua kegiatan kami juga terus diupayakan untuk tidak membuat kerumunan,” kata Dasa.

Tak berhenti di situ, pihak Ansor Kudus, kata Dasa, juga terus menggaungkan sejumlah gerakan ketahanan pangan.

Mulai dari bantuan pangan bagi kader terdampak, pelatihan-pelatihan keterampilan bercocok tanam dan beternak hingga gerakan membeli produk kader sendiri.

“Dengan begitu kader kami bisa bertahan dan tau apa yang harus dilakukan untuk bangkit di masa pandemi ini, karena diakui, banyak kader kami yang sangat terdampak pandemi,” lanjut Dasa.

Beberapa dari kader yang terdampak, kata Dasa, bahkan telah merasakan hasil pelatihannya. Salah satunya adalah seorang kader yang menanam melon untuk memutar roda ekonominya dan kini tengah memanen hasilnya.

“Teman-teman internal juga kami ajak untuk membeli, semua kebutuhan organisasi kami coba cukupi dengan potensi kader kami,” jelas Dasa.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...