Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jadi Masalah Menahun, Petani Pati Minta Ada Pengawasan Distribusi Pupuk

MURIANEWS, Pati – Kelangkaan pupuk saat masa tanam ternyata sudah menjadi permasalahan menahun. Meskibegitu, belum ada solusi pasti. Akibatnya, banyak petani yang kelimpungan lantaran masa pemupukan sudah di depan mata.

Salah seorang petani Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo Kamelan mengatakan, pupuk memang merupakan masalah yang sampai saat ini belum ada solusinya. Kalau pun ketersediaan pupuknya melimpah, kemudian proses pendistribusiannya yang terkadang bermasalah.

“Sepanjang saya menjadi petani, proses pendistribusian pupuk ini cenderung tidak ada pengawasan, kalaupun ada, itu sangat minim. Ini yang menjadi masalah,” katanya, Selasa (3/11/2020).

Dia menilai, tata niaga pupuk bersubsidi saat ini sudah bagus. Adanya kartu tani untuk penebusan pupuk bersubsidi juga sudah lebih efektif dari pada hanya menggunakan catatan Rencana Derinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Artinya, sebelum adanya katru tani, celah pengecer untuk menaikkan harga pupuk bersubsidi melebihi Harta Eceran Tertinggi (HET) masih ada, karena mereka masih menerima uang tunai. Kalau kartu tani ini kan tidak ada uang tunai. Jadi bisa lebih efektif,” terangnya.

Hanya saja, yang menjadi kendala saat ini adalah minimnya pengawasan. Sehingga terkadang banyak pendistribusian pupuk yang tidak tepat sasaran. Kemudian kendala yang lain adalah ketika petani sudah mempunyai kartu tani dan masuk e-RDKK, tetapi ada juga pengecer yang menolak menggunakan katru tani.

“Karena itulah pengawasan harus diperketat. Harapannya, kalau ada pengecer yang nakal atau melanggar aturan, segera saja ditindak,” tegasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...