Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gus Yasin Punya Jawaban Bagi Mereka yang Tak Percaya Covid

MURIANEWS, Semarang –  Pandemi yang sudah berlangsung berbulan-bulan membuat banyak pihak jenuh. Bahkan banyak di antaranya yang mulai tidak percaya jika Covid-19 benar-benar ada.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga mengakui jika ia sering mendapati ada pihak-pihak yang beranggapan Covid-19 ini tidak ada. Hal ini sering ditemuinya saat melakukan sosialiasi bahaya corona.

“Bahkan ada yang bilang, takut Covid-19 itu artinya imannya lemah,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Pengalaman tersebut diungkapkan Gus Yasin, sapaan akrabnya, saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda Khotmil Quran dan Pengajian Akbar di Pondok Pesantren Darussalam Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, akhir pekan kemarin.

Putra ulama kharismatik almarhum Maimoen Zubair itu pun memberikan jawaban bagi mereka yang tak percaya corona.

Gus Yasin menyebut, jika manusia sudah bisa membuat apapun, manusia menjadi rentan menyepelekan Allah SWT. Padahal berbicara iman, di dalamnya ada qada dan qadar Allah. Terjadinya pandemi Covid-19, termasuk qada dan qadar dari Allah SWT.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

Ia menyebutkan, Covid-19 memang baru saat ini muncul. Namun wabah (thoun) sudah ada sejak zaman Rasulullah.

Disebutkannya Rasulullah mengatakan, wabah penyakit diturunkan Allah sebagai azab, kepada orang-orang yang dikehendaki.

“Artinya apa kalau kita mau bicara siapa yang diancam thoun? Kita semua. Berarti kami-kami ini kena azab, siksa buat kita semua. Tapi Rasulullah tidak berhenti menjelaskan sampai di situ. Kaum mukmin yang terjangkit, terjangkitnya menjadi rahmat,” jelasnya.

Virus corona ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, sehingga Gus Yasin mengingatkan agar setiap orang harus mawas diri dan hati-hati.

”Sesuatu yang tidak nampak, bukan berarti tidak ada. Faktanya, banyak masyarakat yang menderita virus corona,” terangnya.

Ia pun tak henti mengajak masyarakat mau mengikuti anjuran pemerintah dengan melaksanakan cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan memakai masker secara disiplin.

”Kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan juga menjadi bukti toleransi mereka atas kerja keras para dokter dan tenaga medis yang telah berjuang keras selama pandemi ini,” pungkasnya.

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...