Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pekan Ini Upah Minimum Kabupaten Kudus Mulai Dirembuk

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perindustrian Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus dan Dewan Pengupahan akan mulai berembuk terkait upah minimum kabupaten (UMK) 2021 pada pekan ini.

Mereka, akan berembug terkait ketetapan tersebut untuk menyepakati nominal upah yang akan diusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Rencananya memang pekan ini, kalau jadwalnya hari Kamis mendatang baru bertemu dengan Dewan Pengupahan,”  kata Kabid Hubungan Industri dan Perselisihan Tenaga Kerja Agus Juanto, Selasa (3/11/2020).

Sebelum diajukan pada gubernur, nominal tersebut akan diajukan terlebih dahulu pada Plt Bupati Kudus. Untuk setelahnya, baru bisa diusulkan ke gubernur.

Agus menambahkan, nominal yang disepakati maupun tak disepakati dari hasil pertemuan dengan Dewan Pengupahan, adalah bersifat masukan dan saran. “Sementara keputusan akhirnya di bupati, tentunya banyak pertimbangan,” kata dia.

Dewan Pengupahan sendiri, lanjut dia, sudah dibentuk dengan landasan SK Bupati dengan masa jabatan 2024 yang berisi tripartit. Yakni serikat pengusaha (Apindo), serikat pekerja (SPSI) dan pemerintahan.

“Harapannya pekan ini sudah bisa keluar nominal yang disepakati, tapi tergantung nanti dari mereka bagaimana,” tambah dia.

Baca: UMP Jateng 2021 Ditetapkan, UMK Kudus Apa Juga Ikut Naik? Ini Jawaban Disnaker

Sementara soal kemungkinan naik tidaknya UMK Kudus, pihaknya belum bisa memperkirakan dengan pasti.

Karena jika berkaca dari beberapa tahun ke belakang, jika Upah Minimum Provinsi (UMP) naik, maka biasanya bisa jadi pertimbangan untuk UMK naik.

“Lagi-lagi nanti kembali ke dewan pengupahan, jika setuju nanti langsung rekomendasi ke bupati, jika nanti ada tidak setuju juga kembali ke plt bupati yang terbaik yang seperti apa,” jelas dia.

Untuk diketahui, Gubernur Ganjar Pranowo memutuskan untuk menaikkan besaran UMP Jawa Tengah pada 2021. Dengan nominal Rp 1.798.979. Jumlah tersebut, naik sebesar 3,27 persen dari besaran UMP Jateng 2020 sebesar Rp 1.742.015.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan mengeluarkan surat edaran untuk semua gubernur yang menyatakan agar nilai upah minimum tahun 2021 ditetapkan sama dengan nilai upah 2020 atau tak mengalami kenaikan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...