Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jadi Pilot Project, Pembelajaran Tatap Muka di SMKN 1 Kudus Digelar dengan Protokol Ketat

MURIANEWS, Kudus – SMKN 1 Kudus menjadi pilot project uji coba pembelajaran tatap muka di wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Pembelajaran tatap muka  tersebut dimulai Senin (2/10/2020) hari ini.

Dari pantauan MURIANEWS di lapangan, siswa masuk sekolah dengan protokol kesehatan ketat. Mulai dari memakai masker, dan sesampainya di depan pintu gerbang ada petugas yang mengecek suhu masing-masing siswa.

Setelah itu siswa mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan. Saat bertemu guru pun siswa tidak berjabat tangan hanya dengan menundukkan kepala. Saat di kelas juga memakai face shield, duduknya pun berjarak.

Waka Kesiswaan SMKN 1 Kudus Abu Sari mengatakan, uji coba pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada November  ini, dan setelah itu akan di evaluasi untuk menentukan kelanjutaannya.

“Tiap dua pekan itu dievaluasi. Untuk pertama ini sampai tanggal 13 November 2020. Kalau dinilai layak sepenuhnya, akan dilanjutkan PTM ini. Tapi kami tetap menunggu SK. Namun untuk ulangan akhir semester (UAS) di akhir November kami tetap melakukannya secara daring,” katanya, Senin (2/10/2020).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

Untuk teknisnya, pihaknya memberlakukan sistem dua sif setiap harinya. Satu harinya enam kelompok belajar. Sif pertama mulai pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB, untuk sif kedua mulai 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

“Jadi enam kelompok belajar itu separuh pagi, separuh siang, begitu seterusnya secara bergiliran. Di awal ini, mulai dari kelas XII. Tiap kelasnya diisi hanya separuh siswa yakni 18 siswa,” ujarnya.

Sementara Waka Sarpras SMKN 1 Kudus Ulya menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan semua sarana prasarana protokol kesehatan dan membersihkan ruangan kelas dengan disinfektan setiap harinya setelah pembelajaran.

“Wastafel kami siapkan 68 buah di tiap depan kelas, lengkap dengan sabun, dan tisu. Ada juga hand sanitizer di samping pintu kelas setiap lorong. Thermogun, face shield, kanebo juga sudah kami persiapkan,” ungkapnya.

Pengaturan duduknya pun menurutnya tetap menjaga jarak dan dibuat zig-zag. Pihaknya sudah mempersiapkan sarana prasarana protokol kesehatan tersebut sejak lama, untuk mempersiapkan jika memang tatap muka kembali digelar.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...