Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dewan Duga Ada Permainan Pengecer Terkait Kelangkaan Pupuk di Pati

MURIANEWS, Pati – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menduga ada permainan di tingkat pengecer terkait kelangkaan pupuk bersubsidi. Ini lantaran kuota pupuk bersubsidi sudah sesuai kuota, sementara fakta di lapangan tidak ada hingga menimbulkan kelangkaan.

Ali Badruddin, Ketua DPRD Pati mengatakan, bisa jadi pupuk bersubsidi dijual dengan ketentuan nonsubsidi oleh oknum tak bertanggung jawab di kalangan pengecer.

“Ini perlu tindakan kegas. Kenakalan seperti ini yang membuat petani sengsara,” tegas Ali, Senin (2/11/2020).

Baca: Pupuk di Pati Langka, Dewan Panggil Dinas Pertanian Hingga Pengecer

Bahkan dirinya meminta aparat kepolisian juga aktif dalam memberikan pengawasan pendiatribusian pupuk bersubsidi ini. Kalau ada yang bermain curang dan ada bukti, ia pun meminta langsung ada penindakan.

“Kalau ada bukti, langsung ditindak saja. Ini sangat meresahkan,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi B DPRD Pati Narso. Ia bahkan meminta harus ada audit dalam proses pendistribusian pupuk bersubsidi. Sebab, apabila tidak dilakukan audit, tentunya kelangkaan ini bisa menjadi masalah berkepanjangan.

Baca: Aman! Stok Pupuk Bersubsidi di Pati Masih 5.898 Ton

“Ini masalah pelik dan setiap tahun pasti ada. Kalau tidak dilakukan audit dan ditemukan permasalahannya, nanti malah berkepanjangan. Apakah pendistribusiannya sudah tepat sasaran atau belum, nah, ini kan butuh pengawasan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Muhtar Efendi mengaku, pengawasan selama ini sudah dilakukan. Bahkan pengecer juga sudah diberikan peringatan agar tidak mempermainkan penjualan pupuk bersubsidi ini.

“Sudah larang keras untuk menjual pupuk beraubsidi kepada yang tidak punya karti tani atau belum masuk e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok, red). Jadi semua sudah tahu resiko jika ada yang bermain,” ungkapnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...