Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tanggulangi Bencana, Pati Siapkan 1.013 Personel

MURIANEWS, Pati – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mulai siap siaga untuk menanggulangi bencana. Hal itu dilakukan lantara saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga perlu antisipasi dini.

Dalam apel siaga yang digelar di Halaman BPBD, Sabtu (31/10/2020) itu, setidaknya ada 1.013 personel yang disiapkan. Rinciannya, 150 orang dari unsur TNI, 600 orang dari unsur Polri, 30 orang dari Tagana, dan 233 orang relawan BPBD.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, apel ini untuk kesiapsiagaan bencana, terutama banjir. Sebab, ini sudah memasuki musim hujan.

“Tujuannya mengurangi terjadinya risiko bencana di Kabupaten Pati,” katanya.

Sementara Bupati Haryanto mengatakan, tidak bisa dipungkiri, Kabupaten Pati memiliki wilayah geografis yang membuatnya cukup rawan bencana, terutama kekeringan, banjir, angin kencang, dan longsor.

Bupati Pati Haryanto mengecek sejumlah peralatan kesiagaan bencana (MURIANEWS/Cholis Anwar)

“Terkait kekeringan, sampai sekarang kita masih dropping air bersih. Sebab, sekalipun sudah beberapa kali hujan, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah belum tercukupi. Namun itu hanya di sejumlah kecil wilayah. Tahun ini memang kekeringan tidak separah sebelumnya,” terangnya.

Haryanto pun meminta seluruh personel untuk mewaspadai bencana banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi. Khusus banjir, ia berharap normalisasi Sungai Juwana, sekalipun belum tuntas, bisa membantu mengurangi risiko bencana.

Ia juga berharap, dengan sokongan pemerintah pusat, normalisasi Sungai Juwana bisa dituntaskan dari hulu ke hilir.

Di sisi lain, Haryanto mengingatkan masyarakat agar mewaspadai bencana angin kencang dan puting beliung yang cukup kerap terjadi pada musim penghujan.

“Kemarin baru hujan beberapa kali, sudah ada beberapa puting beliung yang terjadi. Akhirnya banyak genteng melorot. Kemarin di Prawoto juga ada angin (kencang), akibatnya rumah ambruk, tapi rumahnya tidak permanen. Sudah kita bantu juga,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...