Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Benarkah Sekolah Daring Berdampak Pada Psikis Anak? Ini Penjelasannya

MURIANEWS, Kudus – Pembelajaran dengan sistem daring disebut dapat membuat psikis anak menjadi tidak stabil. Apalagi ketika ditambah dengan tumpukan beraneka ragam tugas.

Anak akan kehilangan banyak momen, dan turut berdampak pada kondisi psikis. Ini dikatakan dr. Retty SpKJ, dokter spesialis kejiwaan RS Aisyiyah Kudus, Sabtu (31/10/2020).

“Anak kehilangan banyak momen karena sudah berbulan-bulan belajar dari rumah. Mulai momen wisuda, berkumpul dengan teman di sekolah, ngobrol langsung, dan momen mendengarkan guru di kelas. Hal-hal itu yang saat ini tidak mereka dapatkan sehingga anak cenderung menjadi bosan,” katanya.

Alhasil, menurut Retty ketika moemen tersebut tidak didapatkan, akan berdampak pada tingkah laku anak.

“Pola hidup anak akan berubah menjadi tidak teratur dan tidak terkontrol. Bisa juga yang awalnya mandiri menjadi lebih manja. Karena kebiasaan-kebiasaan yang dulunya dilakukan tidak dapat dilakukan saat ini,” sambungnya.

Dia menyebut, media sosial dirasa tidak dapat menggantikan kegiatan pembelajaran tatap muka secara langsung. Sebab, kebiasaan bertatap muka yang diganti dengan media lain, tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Hal itu belum termasuk permasalahan kuota dan sinyal yang juga dapat membuat psikis anak menjadi terganggu. Menurut dia, perubahan tingkah laku bakal terjadi pada anak.

“Anak biasanya mau sekolah sarapan dulu. Saat istirahat dia jajan. Nah hal ini yang tidak didapat saat belajar dari rumah. Sehingga kebiasan makan anak menjadi berubah. Alhasil bisa berdampak pada kondisi fisik anak,” ujar dia.

Efek panjangnya yakni adanya kecemasan hingga frustasi pada anak. “Anak bisa menjadi sedih, frustasi, hingga cemas. Bahkan bisa terjadi hal yang tidak kita inginkan karena kondisi anak menjadi rapuh,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...