Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Serda Edi Sulton, Marinir yang Suka Berburu Durian Hingga ke Pelosok Nusantara

MURIANEWS, Kudus – Durian sudah menjadi kuliner wajib bagi Edi Sulton. Sebagai sebagai anggota TNI AL berpangkat serda, setiap kali bertugas ke beberapa pelosok negeri, dia tak pernah lupa berburu buah dengan aroma menyengat ini.

Bagi Serda Edi Sulton, durian sudah dekat dengan dirinya. Bahkan saat masih belia.

”Sejak kecil kebetulan punya pohon duriann di Plajan, Jepara. Dulu namanya durian kampung. Tapi sudah punah duriannya. Dari situ sampai sekarang masih suka nduren,” katanya, Sabtu (31/10/2020).

Marinir yang bertugas di Komando Armada II (Koramada II) TNI AL ini mengaku telah mencoba berbagai macam jenis durian. Mulai dari keluarga durian karantungan, durian lahong, durian mahrawin, dan durian lae. Ada juga durian merah, durian montong, durian musanep, dan durian saweri gading.

Pria kelahiran 12 Februari 1979 itu juga pernah menjajal durian melak, durian merah Banyuwangi, durian mandong, durian salisun, dan durian aji kuning.

Menurut dia, jenis durian yang paling enak yakni durian dari Sebatik, Kalimantan Utara. ”Durian di Indonesia yang paling enak yang pernah saya cicipi itu pas di Sebatik. Kalau durian yang sangat murah berasal dari Ambon dan Medan,” ujarnya.

Bahkan, karena begitu menyukai durian, pria yang juga bertugas sebagai media officer Persijap Jepara itu memiliki kebun durian di kampung halamannya di Jepara. Luasnya kurang lebih 200×100 meter persegi.

”Saya sudah berkebun meski kecil-kecilan. Kalau soal durian saya belajar pada pekebun durian dan juga teman grup Facebook dan Whatsapp Maniak Durian,” terangnya.

Di grup Facebook Maniak Durian itu diisi pakar pekebun, peneliti durian, penggemar durian petualang yang anggotanya tak hanya dari Indonesia.

Saat ditanya ciri khas durian di tiap-tiap daerah, ia enggan menyebutkan satu per satu. ”Durian punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kurang elok kalau menyebutkan kekurangan durian di tiap-tiap daerah,” ungkapnya.

Selain buah durian, beragam olahan durian juga dicobanya. Mulai dari olahan dodol, jenang, wajik, kolak, dan dawet. Dari hobinya mencicipi varian durian itu, Sulton tahu bahwa varian durian Indonesia berkualitas. Baik unggul secara kualitas rasa dan tahan lama atau tidak cepat busuk.

”Untuk daerah yang punya keunggulan buah durian, biasanya banyak tangan-tangan terampil yang mengolahnya hampir di setiap daerah yang saya temui seperti itu,” jelas dia.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...