Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kena PHK, Warga Pati Ini Sukses dari Budidaya Unggas

MURIANEWS, Pati – Yasmin, warga Desa/Kecamatan Pucakwangi terpaksa membanting setir dari seorang karyawan perusahaan menjadi peternak unggas untuk mencukup kebutuhan keluarga.

Itu terjadi setelah ia menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh salah satu Pabrik Pengolahan Kayu di Papua karena kena imbas pandemi Covid-19. Kala itu, ia merupakan satu dari ratusan karyawan yang terpaksa diberhentikan supaya perusahaan tetap berjalan.

Sebagai tulang punggung keluarga, awalnya dia bingung karena sudah tidak lagi bekerja. Sementara sisa tabungan, semakin hari kian menipis untuk mencukupi kebutuhan dapur. Belum lagi untuk memberikan uang jajan pada anaknya.

Karena itu, dia pun memutar otak agar bisa mendapatkan penghasilan. Setelah dipikir panjang, Yasmin memberanikan diri untuk membudidayakan unggas, yakni burung puyuh.

“Mulai Februari, karena saya kena PHK, saya bersama keluarga berpikir untuk membudidayakan burung puyuh. Nanti telurnya kami jual,” kata Yasmin.

Awal budidaya, Yasmin sempat bingung lantaran ada banyak burung yang mati mendadak. Dia pun mulai meneliti penyebab kematiannya. Sambil terus berjalan, akhirnya dia menemukan solusi agar burung tidak mudah mati.

Dari situ, cuan pun mulai mengalir. Ia bahkan mendapatkan kepercayaan dari berbagai warung dan angkringan untuk menyetok kebutuhan telur puyuh. Selain itu ada juga pengepul yang datang ke rumah.

Alhamdulillah dari ternak puyuh ini kebutuhan keluarga tercukupi,” ujarnya.

Yasmin menambahkan, saat ini total ada 3.000 ekor burung puyuh yang dipelihara. Jumlah itu awalnya hanya 100 ekor puyuh petelur. Kemudian tahap kedua diisi dengan 1100 ekor dan ditambah 900 ekor.

“Ini tidak semuanya hidup, ada yang mati juga. Tapi tingkat kematiannya sudah berkurang,” ungkapnya.

Karena semangat dan kegigihan Yasmin, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Wali Songo Semarang pun menyempatkan datang ke kandang Yasmin. Mereka banyak memberikan masukan dan banyak belajar juga dari Yasmin.

“Ini salah satu contoh yang baik. Di PHK seharusnya tidak menjadi alasan orang tidak mendapatkan penghasilan. Karena mereka bisa menggunakan kemampuannya untuk mendirikan usaha,” ujar Azlina, salah seorang tim KKN Walisongo Semarang.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...