Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Penjual Lontong di Jepara Terbakar saat Tuang Pertalite

MURIANEWS, Jepara – Peristiwa kebakaran terjadi di Desa Cilering, Donorojo, Jepara, Jumat (30/10/2020) dini hari. Rusmiati (52) pemilik rumah terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar pada tubuh hingga 76 persen.

Rusmiati sendiri sehari-harinya diketahui berjualan lontong dan juga membuka pangkalan bensin eceran. Saat kejadian, korban diduga tidak hati-hati saat menuang pertalite yang akan dijualnya.

”Dugaannya karena korban kurang hati-hati,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Kusmiyanto, Jumat (30/10/2020).

Kusmiyanto menjelaskan, peristiwa nahas tersebut berawal saat korban memulai aktivitasnya untuk menyiapkan usahannya, Jumat (30/10/2020) sekitar pukul 02.00 WIB. Korban saat itu tengah memasak di dapur dengan api tungku/ kayu Bakar.

Pada saat yang bersamaan korban juga melakukan penakaran BBM pertalite yang akan dijual di pangkalan bensin ecerannya. Karena kurang hati-hati api yang berasal dari tungku masaknya menyambar pertalite yang sedang dituang.

”Jadi sambil memasak, korban juga menyiapkan dagangan bensin ecerannya. Saat kejadian BBM pertalite dituangnya di dalam ember dan kemudian ditakar untuk dimasukan dalam botol-botol berukuran 1 liter. Karena jarak dengan tungku api kurang lebih 2 meter, api menyambar Pertalite yang dituang korban. Terjadilah kebakaran itu,” tegas Kusmiyanto.

Api yang menyambar selanjutnya juga mengenai badan korban. Karena panik, pertalite yang terbakar kemudian tumbah dan menimbulkan kobaran api besar. Perabotan dan dinding dapur yang sebagian terbuat dari kayu, mempercepat kobaran api semakin membesar. Korban yang berteriak minta tolong, langsung ditangai oleh Abdul Makhin (56) suaminya.

Usaha pertolongan terhadap korban dilakukan bersama Ahmad Zaenal Abidin (28) salah satu anaknya. Selanjutnya, dua orang ini berusaha mengevakuasi korban keluar rumah, dan meminta tolong kepada tetangga untuk ikut memdamkan api yang mulai membesar. Saat itu api sudah membakar ruang dapur dan bahkan sudah merambah ke rumah utama di bagian depan).

”Korban setelah berhasil dievakuasi dari dalam dapur, oleh pihak keluarga langsung dilarikan ke rumah sakit Dr. Rehatta Kelet. Sedangkan warga lainnya, berusaha memadamkan api yang sudah mulai membesar. Beruntung upaya pemadaman yang dilakukan warga berhasil,” tambah Kusmiyanto.

Sementara itu berdasarkan keterangan dokter yang memeriksa korban, dr Ayu Cahya Cantia, menyebutkan korban mengalami luka bakar sebanyak 76,5 %. Saat dibawa ke RS Rehatta tubuh korban juga masih  berbau BBM. Karena kondisinya yang cukup parah, selanjutnya pihak RS Rehatta merujuk perawatan terhadap korban ke RS Sultan Agung  Semarang.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...