Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jatah Elpiji Subsidi untuk Blora Sudah Mau Habis, Pemkab: Tak Usah Khawatir

MURIANEWS, Blora – Kuota gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogam untuk Kabupaten Blora diperkirakan tidak akan mencukupi hingga akhir tahun 2020 ini. Pasalnya, jatah yang diberikan pemerintah pusat sudah hampir habis.

Kepala Subbagian PembinaanBUMD dan BLUD Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Blora Tulus Prasetya mengatakan, hingga September 2020 lalu distribusi elpiji tiga kilogram sudah mencapai lima jutaan tabung lebih.

“Padahal kuota tahun ini hanya enam juta tabung,’’ katanya, Kamis (29/10/2020).

Menurutnya distribusi tabung gas setiap bulannya sekitar lima ratus ribu tabung. Jika diasumsikan hingga akhir tahun, kuota tahun ini tidak mencukupi.

Apalagi akhir dan awal tahun nanti, kebutuhan sangat tinggi. Meski demikian, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang. “Tapi tidak usah khawatir, Pertamina menjamin ketersediaan elpiji,’’ jelasnya.

Meski kuota sudah habis, pertamina tetap mendistribusikan gas elpiji. Sehingga ketersediaan elpiji dijamin aman.

Oleh karena itu, dinamakan over kuota, meski kuota sudah habis elpiji tetap didistribusi. “Diperkirakan over kuota ada sekitar  dua persen dari kuota tahun ini,” ujarnya.

Tulus menjelaskan, sebenarnya setiap tahun pihaknya sudah mengajukan kuota elpiji bersubsidi dengan jumlah banyak. Sekitar delapan hingga sepuluh juta setiap tahunnya.

Jumlah itu dipertimbangkan dari jumlah kepala keluarga (KK) di Blora dengan asumsi penggunaan setiap bulannya tiga tabung gas. “Ketemu kebutuhan tabug gas elpiji sepuluh juta tabung gas,’’ ucapnya.

Hanya saja saat diajukan ke pemerintah pusat, yang disetujui hanya sekitar enam jutaan tabung. Atau setiap tahun hanya naik dua persen dari tahun sebelumnya.

Karena memang pengadaan gas bersubsidi ini dari anggaran subsidi pemerintah pusat. Maka kuota tabung gas itu disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.  “Berapa anggarannya kita juga tidak tahu,’’ terangnya.

Dengan kuota yang terbatas itu lanjutnya, setiap tahun terjadi over kuota. Dan ini menurutnya ada beberapa penyebab.

Salah satunya, karena orang mampu ikut menggunakan tabung gas subsidi ini. Meski sempat diluncurkan tabung gas lima kilogram nonsubsidi, tapi itu dinilai tidak banyak diminati. Apalagi saat pandemi seperti saat ini malah tabung gas lima kilogram tidak laku.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...