Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Golok-Golok Mentok, Tradisi Sambut Maulid Nabi yang Masih Lestari di Kudus

MURIANEWS, Kudus – Tradisi golok-golok mentok merupakan tradisi asli Kudus menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi golok-golok mentok ini diadakan setiap malam ke-12, bulan Rabi’ul Awal.

Tradisi ini biasa diikuti oleh anak-anak. Ada lagu yang sering dinyanyikan. Liriknya, “Golok-golok mentok, bancaane cah wedok, cah lanang ra entuk njanthok, nek njanthok udele kethok“. (Golok-golok menthok, selamatannya anak perempuan, anak laki-laki tidak boleh minta, kalau minta pusarnya kelihatan).

Kendati lagu golok-golok mentok ditujukan bagi anak perempuan, namun tak ada larangan bagi anak laki-laki untuk mengikutinya. Seperti dalam tradisi golok-golok mentok yang digelar di Dukuh Jatisari, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus, Rabu (28/10/2020) malam.

“Ini merupakan tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang harus kita jaga dan lestarikan. Karena tradisi ini merupakan bentuk kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Jadi dengan adanya tradisi ini, anak-anak dikenalkan sedini mungkin. Harapannya bisa meneladani akhlak Rasulullah SAW,” kata tokoh masyarakat Dukuh Jatisari Akhrozi, S. Pd.

Peringatan tradisi golok-golok Mentok di Dukuh Jatisari diperingati dengan cara anak-anak membawa bekal sendiri-sendiri dari rumah. Di tempat golok-golok mentok yang terbuat dari anyaman bambu itu biasanya diisi jajan pasar.

Setelah itu, anak-anak berjalan memutari kampung sambil bersenandung lagu golok-golok mentok menuju ke masjid.

“Tradisi ini merupakan tradisi yang sangat unik dan mengandung kearifan lokal daerah setempat. Maka sepatutnya kita sebagai generasi muda ikut menjaga dan melestarikan tradisi tersebut,” Imbuh Septia Aisyah, salah satu anggota KKN RDR 75, UIN Walisongo Semarang yang ikuti mendampingi pelaksanaan tradisi tersebut.

 

Penulis: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...