Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jenuh Pelajaran Jarak Jauh, Siswa di Pati Diajak Dolanan Tradisional

MURIANEWS, Pati – Banyak siswa yang mulai jenuh dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Apalagi sudah delapan bulan ini, setiap hari hanya memandangi layar handphone (HP) untuk sekolah.

Kalau sudah jenuh PJJ, mereka masih tetap memandangi layar HP lantaran untuk bermain game online. Namun, game semacam ini dinilai sangat tidak efektif untuk anak. Di samping konten game banyak yang mengandung kekerasan, nilai edukasinya juga minim.

Berangkat dari hal itulah Muhammad Toyyib membuat aneka macam dolanan atau maninan tradisional. Selain dapat mengenalkan pada anak, dolanan tersebut juga mempunyai nilai edukatif.

“Awalnya saya mengamati perubahan anak saya yang hanya bermain gawai terus-menerus. Saya pun tergerak untuk membuat mainan jadul seperti masa kecil saya, seperti panggalan (gasing kayu), lompat tali, egrang, kelereng dan sebagainya,” ujarnya saat ditemui di rumahnya turut Desa Pagerharjo RT02/RW03, Kecamatan Wedarijaksa, Selasa (27/10/2020).

Melihat keseruan itu, ia melanjutkan, anak-anak di sekitar lingkungannya pun tertarik untuk bergabung memainkannya. Pria berusia 38 ini pun semakin giat untuk membuat aneka dolanan tradisional, termasuk permainan yang sudah punah.

Sejumlah siswa bermain egrang. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

“Misalnya panggalan, permainan ini sudah lama punah padahal banyak nilai yang bisa diambil dari permainan ini, seperti kompetisi, teamwork, kreatif, dan khususnya melatif gerak motorik anak,” paparnya.

Pihaknya juga telaten untuk mendampingi dan mengedukasi permaian tradisional. Misinya sendiri sebagai hiburan alternatif dan melestarikan local wisdom dalam bentuk permainan yang nyaris hilang.

“Bentuk keprihatinan dan untuk melestarikannya, karena apa-apa saat ini larinya ke gadget. Sehingga interaksi sosial secara tatap muka berkurang dan efeknya tidak baik untuk mental anak, seperti berkurangnya rasa empati,” tuturnya.

Uniknya di sela-sela permainan, pria yang karib di sapa Bang Toyib itu selalu mengingatkan pentingnya mengimplementasikan protokol kesehatan (Prokes). Ia menyebut, jika anak telah terbiasa menerapkannya, maka mudah bagi orangtuanya untuk turut mengikuti hal serupa.

“Saya selalu menekankan untuk mencuci tangan, wadah CTPS telah tak siapkan. Harus memakai masker dan menjaga jarak ketika bermain di sini. Ini penting, kalau generasi emas sudah terbiasa secara tidak langsung akan menjadi budaya,” tutupnya.

 

Reportee: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...