Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Yayasan Menara Kudus Bakal Tulis Mushaf Alquran dengan Nuansa Khas Kudusan

MURIANEWS, Kudus – Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) segera menulis mushaf Alquran dari hasil penelitian para ulama di Kudus.  Selain itu, nuansa lokal khas Menara Kudus juga akan dimasukkan di dalamnya.

Ketua YM3SK Em Nadjib Hasan memberi bocoran, untuk cover depannya, akan bernuansa Menara Kudus. Sementara untuk cover dalamnya, akan bernuasa gerbang Aryo Penangsang.

Kemudian untuk bordernya, lanjut dia, akan bernuansa ornamen-ornamen rumah adat khas Kudus.

“Bisa parijoto, cengkeh, atau lainnya nanti,” kata dia dalam jumpa pers di Kawasan Menara Kudus, Senin (26/10/2020) siang.

Selain itu, yang membedakan dari Alquran lainnya adalah font yang akan digunakan. Yakni dengan naskhi syauqi. Sementara untuk yang lainnya sama seperti pada umumnya Al Quran yang diakui Kementerian Agama.

“Al Quran sendiri ada unsur keindahannya, inilah yang akan kami tonjolkan di penulisan ulang ini,” kata dia.

Sementara untuk waktunya, Najib memperkirakan akan rampung lima bulan ke depan. Dengan jumlah penulis sembilan orang kaligrafer. Estimasinya, kata dia adalah satu hari satu hamalan.

“Kertasnya menggunakan art paper, dan tintanya kami impor langsung dari Jepang,” jelas dia.

Najib menambahkan, yang istimewa dalam menulis mushaf Alquran kali ini adalah yang akan memulai coretan dengan menuliskan ayat pertama surat Al Fatihah adalah KH Sya’roni Ahmadi. “Sementara yang menutup nanti Gus Mus,” tuturnya.

Pelaksanaannya sendiri baru dimulai pada Rabu 28 Oktober 2020. Sementara untuk mengawalinya, pihak YM3SK turut menggelar kompetisi kaligrafi untuk anak usia 14 tahun pada Selasa (27/10/2020) besok.

Kemudian di malam harinya, dilanjutkan dengan Halaqah Mbabar Mushaf yang akan membahas secara konseptual kegiatan tersebut. Dengan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya. Mulai dari tim penulis Mushaf Menara hingga peneliti peneliti mushah.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...