Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Keren! Tiap Pagi Lurah dan Nakes Pasar Bunder Sragen Ini Nenteng Toa Hanya Demi Ini

MURIANEWS, Sragen — Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Baik pemerintah pusat ataupun daerah selalu bersinergi supaya bisa segera terlepas dari wabah ini.

Kreativitas untuk menyadarkan masyarakat untuk melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak hindari kerumunan) pun dibutuhkan dalam hal ini.

Hal itu pun berhasil ditunjukkan Lurah Pasar Bunder Sragen Sugino dan tenaga kesehatan (nakes) klinik kesehatan Pasar Bunder Sri Harsiyah. Seperti apa kisahnya?

Dikutip dari Solopos.com, baik Sugiono ataupun Sri Harsiyah rutin berkeliling pasar sambil menenteng Toa atau pengeras suara untuk menyeru para pedagang dan pengunjung pasar supaya memakai masker dengan benar.

Aktivitas mengajak memakai masker dengan benar tersebut dilakukan keduanya setiap hari dari Senin-Sabtu untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Mereka tak bosan-bosannya meminta pedagang dan pembeli memakai masker yang benar.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on


Kendati setiap hari dilakukan, mereka masih menemukan sejumlah pedagang dan pengunjung yang memakai masker tidak benar dan bahkan tidak pakai masker.

Di saat menyadarkan pedagang dan pembeli menggunakan masker, Jumat (23/10/2020) lalu, Sugino mendapati seorang perempuan muda yang hamil menenteng barang belanjaan tanpa memakai masker.

Perempuan itu ditegur Sugino dan ditanya tentang maskernya. Dengan tidak merasa bersalah, perempuan itu mengaku sengaja tidak membawa masker.

Sri Harsiyah pun langsung menodongkan thermo gun yang dibawanya dan meminta perempuan itu untuk langsung pulang. Peristiwa itu disaksikan pedagang lainnya dan mereka pun hanya bisa geleng-geleng kepala.

Mereka juga menemukan ada pembeli yang memakai masker di dagu. Sugino pun segera mengingatkannya. Pembeli itu pun menuruti imbauan Sugino untuk memakai masker dengan menutupi mulut dan hidungnya.

Saat lewat di sekelompok pedagang, mereka mengusulkan supaya yang tidak pakai masker dihukum menyanyi. Sugino setuju dengan hal itu.

“Bapak dan Ibu semua. Maskernya dicari dan dipakai yang benar. Masker harus menutup mulut dan hidung. Jangan menaruh masker di bawah dagu atau di saku! Selain itu jangan lupa jaga jarak juga. Yang tidak membawa masker pulang saja dan tinggal di rumah,” seru Sugino dengan pengeras suara.

Tiba-tiba Sugino mendapati seorang ibu berbelanja dan tidak memakai masker. Ibu itu pun langsung ditegur dan sesuai kesepakatan pedagang supaya ibu itu dihukum untuk menyanyi.

“Ayo, Bu! Ini sudah kesepakatan pedagang bahwa yang tidak pakai masker harus menyanyi. Menyanyi Garuda Pancasila boleh atau Bebek Adus Kali?” pinta Sugino.

Ibu-ibu yang diketahui bernama Sularsih, 50, asal Kedawung, Sragen, itu akhirnya memilih bernyanyi Bebek Adus Kali sambil malu-malu. Ia sebenarnya membawa masker tetapi ditaruh di saku seusai sarapan di pasar.

“Tadi habis makan lupa untuk pakai masker lagi,” katanya

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...