Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sambut Sumpah Pemuda, Komunitas Ontoseno Deklarasi Tolak Anarkisme

MURIANEWS, Kudus – Menyambut perayaan hari Sumpah Pemuda, Komunitas Ontoseno yang diikuti 21 orang menggelar nyepeda bareng yang dilanjutkan deklarasi menolak anarkisme pada Minggu pagi (25/10/2020). Hal itu sebagai bentuk memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Dari pantauan di lapangan, Komunitas Ontoseno mengayuh sepeda mulai dari GOR Bung Karno menuju ke Tugu Juang 45 yang terletak di sekitar eks stasiun, Wergu Wetan, Jati, Kudus.

Mereka memakai pakaian ala pahlawan dan ada juga yang memakai pakaian adat jawa. Sesampainya di Tugu Juang 45, mereka mendeklarasikan Tri Moekti Ontoseno.

Isi deklari Tri Moekti Ontoseno yakni bersatu padu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, menjunjung tinggi keutuhan NKRI, dan guyub rukun agawe santoso, dan menolak segala bentuk kerusuhan dan anarkisme.

Komunitas Ontoseno menunjukkan isi dekkarasi damai saat perayaan Sumpah Pemuda di Tugu Juang 45, Wergu Wetan, Jati, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan Ontoseno Kudus menolak anarkisme. Beberapa juga membawa tulisan. “Anarkisme no. Cinta damai yes”, ” Komunitas Ontoseno menghormati para pahlawan. Sumpah pemuda, NKRI harga mati”, “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Lawan kerusuhan, lawan corona”.

Ketua Komunitas Ontoseno Sancaka Dwi Supani mengatakan peringatan sumpah pemuda harus dimaknai dengan sikap persatuan dan kesatuan.

“Persatuan dan kesatuan yang sudah ada tidak boleh lagi dicabik-cabik,” katanya kepada MURIANEWS.

Menurutnya masyarakat harus berkaca pada Sumpah Pemuda yang sudah dikukuhkan sejak 28 Oktober 1928. “Kita harus bisa mengacu pada Sumpah Pemuda. Saat itu kan sudah tidak ada kedaerahan. Tetapi sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia,” jelas dia.

Dia berharap generasi muda dapat menghormati jasa-jasa perjuangan para pahlawan.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...