Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diduga Ada Carut-Marut Penanganan Pasien Covid-19, LBH Ansor Pati Minta GTPP Dievaluasi

MURIANEWS, Pati – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Pati menilai ada penanganan pasien Covid-19 yang masih carut-marut di Bumi Mina Tani. Sehingga dalam hal ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pati perlu dievaluasi.

Sekretaris LBH Ansor Luqman Hakim mengatakan, pada prinsipnya audiensi ini tidak hanya menyoal pasien Covid-19 yang meninggal di Hotel Kencana. Tetapi lebih pada evaluasi kinerja GTPP Covid-19 Pati. Apalagi, selama ini ia menduga ada proses carut marut penanganan pasien covid.

“Perlu ada koreksi dari dewan terkait kinerja GTPP Covid-19 Pati ini, agar kedepannya bisa lebib baik,” terangnya, Sabtu (24/10/2020).

Dalam hal ini, pihaknya juga meminta evaluasi dilakukan kepada dinas terkait. Hal itu agar proses penanganan pasien Covid-19, tidak terjadi pembiaran sebagaimana Nurhadi (51) yang sudah meninggal karena penyakit penyerta.

“Dari pihak keluarga juga tidak menuntut kasus ini, tetapi kami minta ada evaluasi menyeluruh, karena ini berkaitan dengan nyawa manusia,” terangnya.

Sementara perwakilan dari GTPP Covid-19 Pati Edi Sulistyono mengatakan, memang pada prinsipnya pasien covid dengan penyakit penyerta ini harus dirawat dan tidak boleh isolasi mandiri. Jika terpaksa di isolasi pun, tidak boleh dicampur dengan orang lain.

“Sedangkam prosedur rumah sakit, kalau memang kamarnya sudah penuh juga tidak bisa menerima rujukan. Nah, yang terjadi pada Pak Nurhadi itu demikian. Kami sudah berusaha mwncarikan rumah sakit rujukan, tapi semuanya penuh,” terangnya yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kabupaten Pati.

Ketua Komisi D DPRD Pati Wisnu Wijayanto mengatakan, evaluasi terhadap kinerja GTPP Covid-19 Pati selalu mereka lakukan. Bahkan ketika ada masukan dari masyarakat, yang sifatnya membangun, diakui juga disampaikan kepada GTPP.

“Selalu kami evaluasi. Karena Covid-19 ini kan datang tiba-tiba, kita juga tidak tahu kapan berakhirnya. Yang bisa kami lakukan, ya penanganan. Nanti kalau ada yang kurang baik kami evaluasi,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...