Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Musim Hujan Tiba, Kudus Siapkan Diri Hadapi Bencana

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan diri siap menanggulangi bencana yang sewaktu-waktu menyambangi Kota Kretek. Koordinasi antarlini pun akan dikuatkan kembali.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, ketika sudah memasuki bulan Oktober, Kudus harus sudah siap menghadapi segala bencana yang mungkin bisa timbul. Mengingat pada bulan tersebut adalah musim hujan.

“Oktober harus siap, biasanya terjadi banjir, tanah longsor, dan puting beliung,” kata Hartopo usai memimpin apel tanggap bencana di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (24/10/2020) pagi.

Semua pimpinan kecamatan pun diminta untuk mempersiapkan dan memetakan wilayah rawan bencananya. Serta, mempersiapkan relawan penanggulangan bencana per desa.

“Dengan begitu bisa mempersiapkan diri lebih dini lagi,” ujar Hartopo.

Di tiap kecamatan juga, kata Hartopo, diminta untuk menyiapkan satu tempat untuk pengungsian. Lengkap dengan dapur umum dan fasilitas kesehatannya.

“Untuk tempat pengungsian, bisa dilakukan ketika sudah ada tanda bencana saja tidak masalah,” jelas dia.

Sementara pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus telah memetakkan daerah di Kudus yang berpotensi terjadi bencana. Untuk bencana longsong, kerap terjadi di Kecamatan Dawe dan Gebog.

Sedangkan banjir, sering terjadi di Kecamatan Mejobo, Undaan, Jekulo, Jati, dan Kaliwungu. Lebih rinci, untuk desa yang kerap jadi langganan bencana longsor, adalah di Desa Rahtawu, Kambangan, Japan dan Soco.

Alasannya, adalah tanah yang gembur serta padat permukiman. Air yang mengalir, tuturnya, juga cenderung tidak lewat atas tanah. Melainkan mengalir lewat dalam tanah.

“Jadi air meresap ke dalam tanah setelah itu mengalir. Bila tidak ada akar pohon yang menghalangi aliran akan longsor,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus Wiyoto.

Sementara untuk banjir, lanjutnya, kerawanananya ada di Desa Jati Wetan, Jati Kulon, Pasuruan, Setro Kalangan, Banget, Kesambi dan Temulus. Untuk desa yang rawan banjir, lanjut Wiyoto yakni di Desa Jati Wetan, Jati Kulon, Pasuruan, Setro Kalangan, Banget, Kesambi dan Temulus.

“Masalah tahun lalu itu adanya sampah rumah tangga dan pendangkalan sungai. Tanggul kritis dan beberapa titik rusak,” tambahnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...