Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

GTPP Kudus Ingatkan Pegawai Jangan Lepas Masker Meski di Dalam Kantor

MURIANEWS, Kudus – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kudus HM Hartopo mengingatkan semua pegawai di lingkup pemerintahan maupun swasta untuk tidak melepas masker ketika bekerja di dalam ruangan.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah adanya virus yang mengambang di udara, atau lebih dikenal dengan istilah airborne.

“Jangan sembarangan melepas masker ketika berada di dalam kantor,” kata Hartopo, Jumat (23/10/2020).

Selain mencegah terhirupnya airborne, penggunaan masker di ruangan juga ditujukan untuk mencegah adanya droplet yang ke luar dari mulut manusia. Sehingga bisa menempel di permukaan benda.

“Ini juga patut digaris bawahi, jangan sekali-kali melepas masker ketika berada di ruangan kantor,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjut dia, adalah sebagai bentuk pembelajaran dari klaster Bagian Hukum Setda Kudus dan klaster BPN yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

Sampai saat ini sendiri, kata Hartopo, kondisi para pegawainya sudah berangsur membaik. Termasuk di lingkungan Pemkab Kudus. “Sudah banyak yang masuk kerja, sudah banyak  yang sembuh,” jelas dia.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Achyar pun mengingatkan betapa pentingnya tata ruang yang aman bagi pekerja maupun pengunjung sebuah kantor pelayanan publik.

Sehingga potensi penyebaran virus corona bisa ditekan semaksimal mungkin. “Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan untuk menekan penularan di ruang pelayanan,” kata Aziz.

Satu di antaranya, rinci Aziz adalah membuka semua jendela di ruangan yang tertutup. Serta tidak menyalakan pendingin ruangan dan menyalakan penyedot udara.

“Lebih baik menggunakan kipas angin saja daripada pendingin ruangan atau AC. Ini untuk mencegah penularan via airbond” ujar Aziz.

Kemudian yang kedua, tambahnya, adalah melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. Hal tersebut, tambahnya, dilakukan untuk mecegah penularan corona melali droplet yang ada di benda-benda sekitar. “Karena droplet bisa bertahan hingga berjam-jam di permukaan benda,” katanya.

Kemudian yang terakhir, lanjut dia, adalah untuk menerapkan 3M dengan ketat. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker ketika beraktifitas di luar ruangan, hingga menjaga jarak di kerumunan. “Dengan begitu bisa menghindari penularan secara langsung,” tandasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...