Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dua Pengedar Sabu Diciduk Polisi di Blora, Terancam Penjara Maksimal 20 Tahun

MURIANEWS, Blora – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Blora, berhasil meringkus dua orang tersangka yang diduga pengedar narkotika jenis sabu. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah paket sabu siap edar.

Dua pelaku yang berhasil diamankan berinisial HS (44) serta M (44) keduanya adalah warga Cepu, Kabupaten Blora.

Kasat Narkoba AKP Hartono mengatakan, penangkapan bermula dari informasi warga. Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Hingga akhirnya berhasil mengamankan HS di Jalan Raya Ronggolawe tepatnya di kawasan Taman Seribu Lampu Cepu.

“Dari hasil penggeledahan badan dan pakaian yang disaksikan oleh warga sekitar ditemukan barang bukti berupa satu paket butiran sabu yang dibungkus plastik klip warna bening kemudian digulung dan diisolasi warna hitam dengan berat 0,50 gram,” katanya, Jumat (23/10/2020).

Dari penangkapan itu, polisi melakukan pengembangan. Dan saat itu juga Satresnarkoba Polres Blora berhasil mengamankan tersangka kedua dirumahnya yaitu M (44).

“Diduga kedua tersangka tersebut telah melakukan transaksi narkoba jenis sabu di kawasan Taman Seribu Lampu,” ungkapnya.

Kedua tersangka ditangkap di rumahnya dengan ditemukan barang bukti berupa dua paket ukuran besar sabu yang seberat 1,39 gram.

“Ada juga satu paket yang disimpan di saku celana dengan berat 0,12 gram serta uang tunai yang diduga hasil penjualan Rp 500 ribu,” jelas hartono

AKP Hartono menambahkan tersangka M, (44) adalah seorang pengedar dimana setiap menjual satu paket sabu dengan berat 0,5 gram dijual seharga Rp 500 ribu. Ia mendapatkan sabu tersebut dari Jakarta.

“Kedua tersangka dijerat dengan pasal Pasal 112,114 (1) dan pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun maksimal 20 tahun,” pungkasnya.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...