Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dislautkan Akui Butuh HET untuk Selamatkan Petani Garam di Pati

MURIANEWS, Pati – Anjloknya harga garam di tingkat petani, membutuhkan sikap cepat untuk menyelamatkan garam lokal. Setidaknya, harus ada Harga Eceran Tertinggi (HET) agar para petani garam ini tetap mendapatkan keuntungan.

Kabid Pengelolaan dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kabupaten Pati Johanes Harnoko mengatakan, untuk melindungi petani, memang perlu adanya HET garam. Dengan begitu harga garam bisa tetap stabil meski harga anjlok.

“Informasi yang kami terima memang sudah ada usulan untuk HET ke pemerintah pusat, bahkan usulan sudah sampai ke presiden,” terangnya, Jumat (23/10/2020).

Baca: Kembali Terperosok, Harga Garam di Pati Tinggal Rp 350 per Kilogram

Dalam regulasinya sendiri, untuk penetapan HET garam, komoditas tersebut harus masuk dalam daftar kebutuhan pokok. Sementara dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, garam tidak termasuk di dalamnya.

Dalam Perpres itu, yang masuk dalam kebutuhan pokok hasil pertanian adalah beras, kedelai, cabai, dan bawang merah. Sementara barang kebutuhan pokok hasil industri adalah gula, minyak goreng, dan tepung trigu.

Proses penetapan HET garam ini, diakui sudah banyak diusulkan oleh berbagai pihak. Bahkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkali-kali sudah didorong untuk mengajukan HET garam. Hanya, regulasi memang yang belum memungkinkan.

Kendati demikian, lanjut Harnoko, penetapan HET garam ini sangat penting untuk menyelamatkan petani garam. Kemudian penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) juga perlu.

“Kalau garam harganya terus menurun, kasihan petani juga. Belum lagi kalau musim kemarau basah, kualitas garam tidak bisa maksimal,” terangnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...