Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kembali Terperosok, Harga Garam di Pati Tinggal Rp 350 per Kilogram

MURIANEWS, Pati – Harga garam di Kabupaten Pati kembali terperosok di angka Rp 350 per kilogram. Harga tersebut menjadikan petani garam tak bisa berbuat banyak.

Turunnya harga garam ini bukan kali pertama di Pati. Bahkan setiap musim panen, petani garam tidak merasakan keuntungan. Padahal, produksi garam di Bumi Mina Tani ini cukup melimpah.

Didukung kemudian adanya dua gudang garam yang nyatanya belum mampu menyerap garam petambak lokal dengan kadar NaCl 80 persen. Saat ini saja, di gudang tersbeut masih ada sekitar 1.500 ton garam yang belum bisa keluar.

Kabid Pengelolaan dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kabupaten Pati Johanes Harnoko mengatakan, anjloknya harga garam di tingkat petani memang ada beberapa faktor. Pertama dimungkinkan karena produksi garam yang berlimpah, hingga tidak mampu terserap.

“Kemudian, kualitas garam petani di Pati ini memang masih di bawah standar kualitas garam industri. Itu artinya, garam petani hanya mampu terjual dalam skala pabrikan, untuk kebutuhan konsumsi,” katanya, Jumat (23/10/2020).

Sementara untuk garam konsumsi sendiri, lanjut Harnoko, di Pati sudah swasembada atau surplus. Hal ini membuat petani garam kebingungan untuk menjual hasil produksinya. Kalaupun terjual, harganya tidak sebanding dengan jerih payah pengolahan.

Dirinya pun mendorong para petani garam agar lebih mengedepankan garam kualitas industri dengan kadar NaCl 97 persen. Namun, diakui hal itu memang membutuhkan proses panjang. Apalagi para petani juga tidak begitu banyak mengetahui proses pembuatan garam industri ini.

Harnoko menambahkan, produkai garam lokal setiap tahunnya mencapai 350 ribu ton. Sementara luas lahan mencapai 2800 hektare. Kenyataan ini membuat produksi garam di pati melimpah.

“Karena itulah, kami selalu berupaya untuk mendorong petani agar meningkatkan produksi garamnya menjadi garam industri. Selain penjualan yang mudah, harganya tetap akan stabil,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...