Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Berawal dari Wasiat, Said Beralih dari Bisnis Kuliner untuk Lestarikan Batik di Kudus

MURIANEWS, Kudus – Pria bernama Said Anwarudin awalnya memilih wirausaha kuliner. Namun, semenjak mendapat wasiat dari orang tuanya untuk melestarikan batik, Said mulai mencoba usaha batik.

Sejatinya batik bukan hal asing bagi Said. Sebab, dia lahir dari keluarga pembatik. Namun, saat itu Said sebatas membantu orang tuanya saja. Hal itu lantaran dia sudah memiliki usaha kuliner.

“Dapat wasiat dari orang tua untuk meneruskan batik. Kata orang tua saya jangan sampai batik hilang,” katanya kepada MURIANEWS, Jumat (23/10/2020)

Dia menambahkan, usaha batik orang tuanya sudah didirikan sejak 1960. Dan dia mendapat wasiat itu pada 2013 lalu.

“Sebenarnya sejak 2008 saya sudah punya usaha. Tapi usaha kuliner. Bukan batik. Akhirnya pelan-pelan didukung istri untuk membuka batik di Kudus,” ujar dia.

Keseriusannya menjajal batik terlihat dari deretan batik tulis, batik cap, dan batik printing yang terletak di kediaman sekaligus galeri yang berada di Desa Singocandi RT V/RW IV, Kota, Kudus.

Batik-batik tersebut dipasang di empat stan. Dua stan ditempel di dinding. Sedangkan dua lainnya dipamerkan menggunakan standing stan.

Bahkan saat ini dia mencoba inovasi batik Kudus. Motifnya meliputi menara, cengkeh, dan dandangan. Itu dipilihnya karena berhubungan dengan kota Kudus.

Pria kelahiran Kebumen, 15 Juni 1980 itu mengaku ingin menjajal batik Kudus. Sebab, dia ingin menghormati warga Kudus.

“Pertama untuk menghormati warga Kudus. Selain itu ingin memberikan pembelajaran kepada generasi muda. Dan terakhir karena pangsa pasar,” terang dia.

Batik Kudus itu saat ini sudah dibuat di Kebumen. Akhir bulan ini dikirim ke Kudus. “Jadi saya yang desain dari sini (Kudus). Kalau batiknya dibuat di Kebumen. Terus dikirim ke Kudus,” jelas Said.

Ditanya soal harga batik Kudus, untuk harga batik tulis berada di kisaran Rp 250 ribu ke atas. Untuk batik printing dan cap harganya di bawah Rp 250 ribu. Dia mengatakan pengiriman dari Kebumen ke Kudus dilakukan tiga kaki dalam sepekan.

Said berharap agar generasi muda dapat meneruskan usaha batik. “Batik itu warisan dari leluhur yang harus kita lestarikan. Jangan sampai batik diakui oleh negara tetangga,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...