Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Cacat Fisik Sejak Lahir, Warga di Jepara Ini Sukses Bangun Bengkel untuk Kaum Disabilitas

MURIANEWS, Jepara – Kekurangan fisik terkadang membuat seseorang menjadi putus harapan. Namun bagi Khosikin (35), warga RT 3 RW 2, Lebak, Pakis Aji, Jepara, cacat fisik tidak membuatnya terpuruk berkepanjangan.

Pria yang sejak lahir mengalami kekurangan pada kaki dan tangannya ini, kini menapaki hari-hari dalam kehidupannya dengan optimisme tinggi. Setidaknya dirinya sudah mampu menunjukan kepada dunia, bahwa meskipun cacat namun dirinya masih bisa berguna untuk kehidupan di sekitarnya.

Dalam kesehariannya, Khosikin merupakan pekerja keras. Meski mengalami kekurangan fisik, tidak menguranginya untuk melakukan pekerjaan di bengkel kendaraan yang dirintisnya.

Bersama adiknya, Khosikin saat ini dikenal sebagai spesialis bengkel kendaraan untuk para kaum disabilitas. Rancang bangun kendaraan yang dilakukannya sudah banyak digunakan oleh para penyandang disabilitas di Jepara dan beberapa luar daerah.

Kemampuannya membengkel kendaraan, tumbuh setelah dirinya mengalami beberapa pengalaman pahit. Awalnya dirinya mengaku mengalami trauma setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai kendaraan sepeda motor roda dua.

Sejak itu, dirinya tidak berani lagi berkendara. Kondisi fisiknya yang kurang, membuat dirinya kemudian berfikir keras untuk bisa mengendarai kendaraan bermotor dengan aman dan nyaman.

Khosikin (35), warga RT 3 RW 2, Lebak, Pakis Aji, Jepara, saat membuat motor khusus kaum disabilitas. (MURIANEWS/Budi Erje)

“Lalu saya sempat berteman dengan kawan-kawan penggemar vespa. Mereka memodifikasi kendaraannya menjadi roda tiga. Saya berpikir, inilah yang mungkin bisa saya lakukan agar bisa naik kendaraan dengan aman dan nyaman. Lalu saya mulai mencoba mewujudkannya,” ujar Khosikin, Kamis (22/10/2020).

Tanpa sedikitpun menjalani pendidikan formal dunia bengkel, Khosikin mengaku nekat membuka bengkel. Dirinya belajar secara otodidak untuk ketrampilan mengelas dan mengecat kendaraan.

Sedangkan untuk urusan mesin, dirinya menyerahkan kepada adiknya yang memiliki fisik lengkap. Selain bengkel kendaraan, dirinya juga membuka usaha pemasangan kontruksi baja ringan. Untuk pekerjaan ini, Khosikin bahkan tidak gentar untuk ikut memanjat dan memasang kontruksi.

Kini, Khosikin dengan kerja kerasnya dikenal sebagai bengkel las spesialis membuat kendaraan bagi disabilitas. Niat ini dilakukannya untuk membantu sesama kaum disabilitas untuk bisa memanfaatkan kendaraan bermotor dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan Khosikin juga tidak pernah memasang tariff untuk kegiatan ini. Dirinya menerima berapapun upah yang diberikan oleh para kolega-koleganya sesame disabilitas.

“Saya hanya ingin membantu sesama kaum disabilitas. Sehingga kawan-kawan bisa mendapatkan cara untuk bisa menggunakan kendaraan bermotor dengan aman, nyaman dan terjangkau. Mudah-mudahan ini bisa membantu,” tambah Khosikin.

Dalam tiga tahun terakhir, Khosikin mengaku sudah mendesain dan merancang belasan kendaraan roda tiga untuk kaum disabilitas. Usaha bengkel lasnya juga mulai berkembang.

Hal ini membuat dirinya semakin bersyukur dan bersemangat dalam menjalani kehidupan dengan semua kondisi fisik yang dialaminya. Dirinya berharap masih bisa terus mengembangkan diri dan lebih banyak membantu para kaum disabilitas.

Sementara itu, Zakariya Ansori, pendamping kaum disabilitas di Jepara, mengaku bangga dengan semangat hidup Khosikin. Hal ini diharapkan bisa menginspirasi para disabilitas untuk juga tetap bersemangat dalam menjalani hidup.

Selanjutnya pihaknya juga sudah berupaya untuk ikut membantu Khosikin untuk mendapatkan legalitas dalam kegiatannya berkarya. Paling tidak apa yang dilakukan oleh Khosikin membantu kaum disabilitas diakui secara legal.

“Kami sedang mengupayakan agar bengkel pak Khosikin ini bisa mendapatkan pengakuan. Artinya apa yang dilakukannya, jangan sampai justru dianggap sebagai sesuatu yang melanggar ketentuan misalnya. Maka, ada hal yang harus dipastikan dari sisi ini. Kami akan membantunya sehingga apa yang dilakukan pak Khosikin bisa lebih bermanfaat,” ujar Zakariya Ansori, secara terpisah, Kamis (22/10/2020).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...