Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Banting Setir dari Karyawan Jadi Distributor Gula, Pemuda di Kudus ini Bisa Jual 1,5 Ton Sehari

MURIANEWS, Kudus – Menjadi karyawan swasta di pabrik garmen, awalnya dijalani pemuda bernama Eka Satria selama enam bulan. Seiring berjalannya waktu dia memilih menjadi distributor gula pasir. Dalam sehari, dia mampu menjual 1,5 Ton gula pasir.

Tumpukan karung gula tertata rapi di sebuah ruko berukuran 3×5 meter yang disewa oleh Eka Satria di Jalan Mejobo Nomor 5, Megawon, Jati, Kudus. Atau tepatnya sebelah timur dari Lapangan Porma.

Ide berjualan gula pasir itu muncul karena menurut dia masyarakat masih sangat membutuhkan gula. Dia berpendapat kendati sedang pandemi, orang tetap tidak bisa lepas dari gula. Selain itu, harga gula pasir yang masih bisa dijangkau menjadi pertimbangannya.

“Baru memulai satu bulan ini. Belum ada sebulan malah,” katanya saat ditemui MURIANEWS, Kamis (22/10/2020).

Dia melayani pembelian grosir dan ecer. Ada dua merek gula yang dijualnya. Yakni merek Matahari dan merek Trangkil. Untuk merek Matahari dijual Rp 11.500 per kilogram. Sedangkan merek Trangkil dijual Rp 11.800 per kilogram.

Sedangkan harga per karungnya, untuk gula pasir merek Matahari dijual Rp 570 ribu. Sedangkan merek Trangkil dijual Rp 585 ribu

“Kalau mau beli ke sini enggak harus satu karung. Di sini boleh beli grosir dan ecer. Beli setengah kilo juga boleh,” terang dia.

Dalam sehari, Eka-sapaan akrabnya itu mampu menjual 1,5 ton gula pasir. Atau sekitar 25 karung. Ditanya soal pendapatan kotornya, dia menjawab sekitar Rp 5 juta sampai Rp 8 juta.

“Kalau pendapatan bersih sekitar Rp 4 juta sehari. Kalau lagi sepi ya sekitar Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta,” ujar dia.

Pembelinya berasal dari berbagai tempat. Mulai dari Kudus, Demak, Pati, Jepara, dan Solo. Mereka ada yang datang langsung ke rukonya. Ada juga yang minta dikirim. Untuk pengirimannya, pemuda asal Kudus itu menggunakan truk engkel.

Lebih lanjut, dia mengatakan biasanya juga menawarkan langsung secara door to door. Mulai ke Pasar Jember, Pasar Baru, Pasar Jebor Demak, Pasar Mranggen Demak, dan Pasar Karangayu Semarang.

Ruko yang disewanya itu buka setiap hari. Senin sampai Sabtu pukul 08.00 WIB sampai 19.30 WIB. Sedangkan pada Minggu buka pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB.

Kedepannya, Eka berencana menambah jualan sembako, seperti beras dan minyak goreng. “Harapannya tentu ke depan bisa maju dan laris. Bisa nambah jualan beras, minyak goreng, telur, dan lain-lainnya,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...