Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sambil Galang Dana, Pemuda di Kudus Ini Kerap Diajak Main Bola Pemain Top Tanah Air

MURIANEWS, Kudus – Sepak bola sudah menjadi hobi bagi Hermawan Danu Novianto, seorang karyawan swasta di Kudus. Meski ia tidak tergabung dengan suatu klub, namun bermain satu lapangan bareng pemain Liga 1 dan Liga 2 dijalaninya beberapa kali.

Itu sudah dilakukannya sejak dua tahun lalu sampai sekarang. Hal itu dilakukan sambil menggalang dana.

Bukan pertandingan profesional memang, namun ia bisa beradu kemahiran menggiring bola bareng pemain-pemain top Tanah Air.

“Kalau main biasanya pakai pola 4-3-3 atau 4-2-3-1. Saya kan seringnya jadi penyerang sayap. Nah biasanya diberi masukan sama pemain-pemain dari Liga 1 dan Liga 2. Soal cari posisi dan cara menyerang,” katanya pada MURIANEWS, Rabu (21/10/2020).

Pria kelahiran Sukoharjo, 25 November 1994 itu pernah menjajal berlaga bareng pesepakbola Tanah Air. Mulai dari Gunawan Dwi Cahyo (Bali United, Liga 1), Joko Ribowo (PSIS Liga 1), Amirul Kurniawan (Martapura FC liga 2), Lucky Okta (Mitra Kukar, Liga 2), Komarudin (PSIS, Liga 1), Heru (Persela Liga 1), dan beberapa nama lainnya.

Danu-sapaan akrabnya itu mengaku mendapatkan pengalaman yang berharga dari hasil main bola bareng itu. “Permainan bola saya lebih terasah. Selain itu senang juga bisa main bareng mereka,” sambungnya.

Bukti dari permainan sepak bolanya yang semakin terasah itu terlihat dari torehan lima gol dari lima laga terakhir selama bermain sepak bola bersama aktor lapangan hijau Tanah Air itu.

Sembari bermain bola, di laga itu pula Danu dan pesepak bola Tanah Air rutin menggalang dana. Penggalangan dana itu diambil dari mereka yang menonton pertandingan sepak bola.

Besaran uang yang disumbangkan suka rela. Hasil penggalangan dana yang di dapat digunakan untuk perawatan lapangan dan disumbangkan ke keluarga pesepak bola yang terkena musibah.

“Tiap pertandingan kan beda-beda tempat, panitianya juga beda-beda. Biasanya yang mengurus Mas Joko Ribowo (kiper PSIS Semarang). Uang yang terkumpul dari sekali bertanding biasanya satu sampai tiga juta langsung disumbangin. Terbaru disumbangkan ke ibu dari Riyan Ardiyansyah pemain PSIS,” ujar dia.

Dana amal tersebut juga disumbangkan untuk perawatan lapangan. Mulai dari Lapangan Teloyo Wonosari (Klaten), Lapangan Jati (Solo), dan Lapangan Koripan (Solo).

Pria yang kini bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Kudus itu berharap ke depannya dapat terus bermain bola bareng pebola Tanah Air itu.

“Kalau menekuni sepak bola secara profesional tidak. Soalnya kan saat ini sudah bekerja. Sepak bola sebatas hobi dan cari keringat saja,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...