Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kudus Belum Berencana Buka Sekolah Tatap Muka, Pilih Fokus Tekan Corona

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus masih enggan memikirkan konsep sekolah tatap muka di era pandemi ini. Terlebih, status di Kabupaten Kudus masih berada di zona oranye.

“Belum, belum kami rencanakan,” kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (21/10/2020) siang.

Hartopo mengatakan, pihaknya lebih ingin fokus menurunkan angka penularan kasus terlebih dahulu. Sebelum benar-benar membuka sekolah tatap muka.

“Nanti, jika memang kuning semi hijau, baru kami pirkirkan,” ujarnya.

Perkembangan kasus corona di Kabupaten Kudus sendiri, kata dia, masih fluktuatif. Terlebih, Kudus merupakan daerah dengan sejumlah rumah sakit rujukan penanganan corona.

“Kami tidak bisa lakukan karantina wilayah karena merupakan salah satu jalur transit,” kata Hartopo.

Walau memang, kini angka kesembuhan pasien jauh lebih tinggi dibanding angka pasien baru yang terpapar corona. “Untuk saat ini banyak angka sembuhnya,” tambah dia.

Pemkab Kudus sendiri, tengah mengupayakan penurunan status zona oranye penyebaran Covid-19 menuju zona kuning. Sejumlah kebijakan pun akan dievaluasi.

Salah satu yang akan dievaluasi adalah terkait acara hajatan atau resepsi pernikahan di dalam gedung.

Hartopo mengatakan, pihaknya sempat beberapa kali kecolongan terkait adanya acara hajatan besar yang tanpa izin.

Sementara hingga hari ini, kasus terkonfirmasi corona di Kudus mencapai 1.886 orang. Dari jumlah itu 36 di antaranya masih menjalani perawatan. Kemudian 61 orang lain menjalani isolasi mandiri.

Untuk orang yang meninggal dengan status positif covid sendiri kini berjumlah 215 orang. Kemudian ada 941 kontak erat masih dipantau, 100 suspek, dan 52 probable.

Dari 100 suspek dalam wilayah sebayak 33 dirawat, 57 isolasi mandiri dan 10 dirujuk. Untuk 52 kasus probable dalam wilayah, keseluruhannya meninggal dunia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...