Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Penemu Buku Akuntansi Raja Kretek di Pasar Loak Belanda Kirim Surat, Begini Isinya

MURIANEWS, Kudus – Salah satu buku peninggalan Raja Kretek asal Kudus Nitisemito, ditemukan di sebuah pasar loak di Belanda. Buku tersebut adalah buku catatan akuntansi Nitisemito.

Buku tersebut telah dikirimkan penemunya ke Museum Kretek beberapa waktu lalu. Dari hasil kajian tim ahli dari Museum Ranggawarsita, Museum Kretek dan pihak keluarga buku itu dinyatakan asli.

Cucu Nitisemito Yudhi Ernawan mengatakan, pengirim buku tersebut adalah Dhr H G Ott dari Belanda. Buku dikirimkan dalam bentuk paket, di mana di dalamnya terdapat surat dari penemu. Surat tersebut bertuliskan:

“Dear sir/madame. I found this cash book from the kretek factory on the Waterplooplein market in Amsterdam. I hope it helps you for your museum. Best regards G.Ott”

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi: Kepada bapak atau ibu. Saya menemukan buku akuntansi dari pabrik rokok yang terdapat di Waterplooplein market, Amsterdam. Saya harap buku ini dapat bermanfaat bagi museum Anda. Salam G.Ott.

Sedangkan di bungkus paket tertera to the: Kretek Museum Jalan Getas Pejaten Nomor 155. Kec. Jati, Kab. Kudus. Jawa Tengah 59343 Indonesie.

Baca: Kisah Penemuan Buku Peninggalan Raja Kretek Nitisemito di Pasar Loak Belanda

Yudhi Ernawan menyebut jika surat tersebut layak untuk disimpan di museum.

“Ya layak (suratnya). Termasuk bungkus paket buku itu kan bukti pengiriman dari Belanda. Dan ternyata ongkos paket Kudus sampai Belanda itu mahal. Kata Pak Yusron (Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya) sekitar Rp 600 ribu,” kata Yudhi Ernawan pada MURIANEWS, Senin (18/10/2020).

Yudhi menambahkan, bungkus paket tersebut dapat menguatkan orisinalitas bukut tersebut memang dikirim oleh warga Belanda.

Terpisah, Kabid Kebudayaan Disbudpar Kudus Lilik Ngesti mengatakan pihaknya akan menyimpan surat dan bungkus paket tersebut.

“Tetap kami simpan sebagai bukti otentik. Bahwa perjalanan buku akuntansi tersebut benar-benar asli,” terangnya.

Menurut Lilik pertimbangan untuk menyimpan bungkus paket dan surat yang dikirim itu lantaran orisinalitas  “Itu kan bukti orisinil. Alamat pengirim, terus tulisan tangannya,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...