Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Aktivitas di Luar Rumah Sebaiknya Pakai Masker Jenis Ini untuk Hindari Corona

MURIANEWS, Kudus – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kudus menyarankan masyarakat di Kota Kretek yang ingin beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker kain tiga lapis.

Maker tersebut, dianggap cukup efektif untuk mencegah adanya airbond virus corona di lingkungan sekitar.

“Untuk yang beraktivitas di luar rumah memang sebaiknya tiga lapis. Tidak harus masker medis, masker kain tiga lapis sudah cukup,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi, Sabtu (17/10/2020).

Sementara untuk penggunaan masker medis, lanjut dia, adalah bagi orang-orang yang merasa memiliki gejala flu. Sehingga bisa mencegah adanya droplet yang keluar saat bersin atau batuk.

“Khusus untuk medis memang digunakan untuk orang yang bergejala atau semua tenaga kesehatan,” ujarnya.

Andini pun menyarankan masyarakat untuk membawa masker cadangan, selain masker yang tengah dipakai. Sehingga ketika masker yang digunakan sudah merasa tidak nyaman, bisa memakai masker cadangannya.

“Penyimpanan masker cadangan juga diharapkan tidak sembarangan. Disimpan di saku atau tas yang higienis,” kata Andini.

Selain memakai masker tiga lapis, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah juga diminta untuk menjaga jarak. Terutama saat berada di kerumunan.

“Sehingga bisa menghindari kontak langsung yang bisa saja membawa virus,” ujar dia.

Begitu pula saat usai menyentuh barang atau lainnya. Andini mengingatkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun . Jika memang tidak ada sumber air, bisa menggunakan hand sanitizer.

“Sebelum memegang area wajah, sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu,” tandasnya.

Sementara secara keseluruhan, kasus dalam wilayah Kudus sudah menyentuh angka 1.840 kasus. Di mana 1.505 pasien di antaranya, sudah sembuh dari corona.

“Sementara ada 213 pasien yang meninggal dunia, keseluruhannya karena penyakit penyerta,” lanjutnya.

Kemudian ada 893 kontak erat masih dipantau, 115 suspek, dan 50 probable. Dari 115 suspek dalam wilayah sebayak 31 dirawat, 74 isolasi mandiri dan 10 dirujuk. Untuk 50 kasus probable dalam wilayah, keseluruhannya meninggal dunia.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...