Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kudus Diprakirakan Akan Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, Warga di Daerah Ini Perlu Waspada

 

MURIANEWS, Kudus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mengingatkan pada masyarakat di Kabupaten Kudus, untuk mewaspadai hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan terjadi di Kota Kretek beberapa waktu ke depan.

Terlebih, bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Seperti bencana banjir dan tanah longsor.

“Karena intensitas tinggi, potensi bencana juga kian tinggi,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus Wiyoto, ketika rapat kerja dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Kudus, di Kajar, Dawe, Jumat (16/10/2020) sore.

Pihaknya pun telah memetakkan daerah di Kudus yang berpotensi terjadi bencana. Untuk bencana longsong, kerap terjadi di Kecamatan Dawe dan Gebog.

Sedangkan banjir, sering terjadi di Kecamatan Mejobo, Undaan, Jekulo, Jati, dan Kaliwungu.

Lebih rinci, untuk desa yang kerap jadi langganan bencana longsor, adalah di Desa Rahtawu, Kambangan, Japan dan Soco.

Alasannya, kata dia, adalah tanah yang gembur serta padat permukiman. Air yang mengalir, tuturnya, juga cenderung tidak lewat atas tanah. Melainkan mengalir lewat dalam tanah.

“Jadi air meresap ke dalam tanah setelah itu mengalir. Bila tidak ada akar pohon yang menghalangi aliran, terjadilah longsor,” kata dia.

Sementara untuk banjir, lanjutnya, kerawanannya ada di Desa Jati Wetan, Jati Kulon, Pasuruan, Setro Kalangan, Banget, Kesambi dan Temulus.

“Masalah tahun lalu itu adanya sampah rumah tangga dan pendangkalan sungai. Tanggul kritis dan beberapa titik rusak,” terangnya.

Pihaknya pun telah memberikan surat imbauan resmi ke tiap kecamatan untuk dilanjutkan ke desa-desa. Dengan harapan, desa bisa menyiapkan antisipasi dan penanggulangan bencana.

“Sehingga nanti dampaknya bisa diminimalisir,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...