Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diskominfo Jepara Gelar Pelatihan Pengelolaan dan Penyajian Data Sektoral

MURIANEWS, Jepara – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jepara menggelar pelatihan pengelolaan dan penyajian data sektoral. Kegiatan ini digelar di Gedung Shima, dan diikuti oleh perwakilan dari masing-masing OPD yang ada di lingkungan Pemkab Jepara. Pelatihan ini merupakan upaya untuk menyiapkan para petugas penyedia data secara sektoral.

Sekda Jepara Edy Sujatmiko menyatakan, dalam pelaksanaan pembangunan, informasi berupa data statistik sektoral telah menjadi kebutuhan. Data yang disajikan, menjadi dasar perencanaan pembangunan, pengambilan keputusan, hingga pemenuhan kebutuhan data bagi masyarakat. Sehingga bisa juga dikatakan, bahwa data-data sudah menjadi sumber kebijakan dalam pembangunan.

“Data ini merupakan sumber kebijakan dari pembangunan. Jika diibaratkan data ini sebagai panglimanya pembangunan. Ini jika melihat betapa pentingnya data ini dalam kaitan perencanaan pembangunan,” kata Edy Sujatmiko, Jumat (16/10/2020).

Edy Sujatmiko menggambarkan, jika informasi data yang ada tidak benar, atau tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,  maka sasaran pembangunan tidak akan tercapai. Sebaliknya jika data yang disajikan akurat, maka kebijakan pembangunan juga akan tepat sasaran.

Dicontohkannya, data Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jepara misalnya. Semua berawal dari Musrenbang, kemudian ditambahi dengan pengolahan isu-isu strategis, yang kemudian berubah menjadi sebuah berbagai data. Jika penyajiannya ‘ngawur’, maka hasil yang dicapai juga dipastikan tidak akan tepat.

“Oleh sebab itu, program pelatihan ini harus benar-benar di dukung implementasinya. Sehingga dapat menghilangkan perbedaan data. Di mana 1 data memiliki tiga prinsip utama yaitu, satu standar data, satu metadata baku, dan satu portal data. Ini juga untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal proses pelaksanaan pembangunan,” tambahnya.

Pihaknya berharap, di lingkungan Pemkab Jepara tidak ada lagi pengumpulan data yang hanya untuk kepentingan sektoral. Sehingga dengan demikian, pemanfaatan data pemerintaha nantinya tidak hanya terbatas pada penggunaan secara internal antar instansi, tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan data publik bagi masyarakat.

Semetara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Diskominfo Jepara Sujarot mengatakan, tim pengelolaan data sektoral ini, juga sudah didukung Peraturan Bupati Jepara Nomor 38 Tahun 208 tentang Single Data System untuk pembangunan di Kabupaten Jepara. Sehingga tidak hanya bagi perangkat daerah, pelatihan pengolahan data ini akan diperluas di tingkat kecamatan, dan desa

“Nanti aka nada pelatihan pengolahan data untuk petugas-petugas di tingkat kecamatan  dan bahkan desa. Karena ini memang sudah menjadi kebutuhan kita,” ujar Ir. Sujarot, pada kesempatan yang sama.

Sedangkan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jepara Manggus Suryono mengatakan, data tidak harus berdasarkan pada angka. Namun, informasi juga termasuk data. Ia berharap, tahun depan publikasi Jepara Dalam Angka, bisa diterbitkan di awal tahun. Kuncinya, harus di dukung oleh masing-masing Perangkat Daerah di Jepara.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...