Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ahli Waris Akan Dihadirkan Kaji Buku Peninggalan Raja Kretek Nitisemito

MURIANEWS, Kudus – Proses pengkajian tiga buku peninggalan Raja Kretek Nitisemito, hingga kini terus dilakukan. Sabtu (16/10/2020) ahli waris Nitisemito dan juga tim ahli dari Museum Ranggawarsito akan dihadirkan untuk meneliti keaslian buku tersebut.

Sebelumnya, tiga buku yang terdiri buku catatan akuntansi Nitisemito, buku abon yang berisi jenis-jenis tembakau, serta buku kartu abon yang berisikan kartu pekerja Nitisemito itu telah diperiksa ahli dari Museum Ranggawarsita. Dari pemeriksaan sementara buku tersebut kemungkinan besar memang asli.

“Saat ini buku tersebut masih berada di Semarang. Besok bukunya dibawa ke sini lagi (Museum Kretek). Hasil sementara kemarin ada indikasi buku tersebut asli, draf hasil kajian sementara juga sudah dikirimkan,” kata Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Kudus Yusron, Jumat (16/10/2020).

Hasil kajian dari tim ahli serta kajian dari keluarga Nisitisemito terkait keberadaan buku tersebut akan dipadukan. Selain itu juga akan dihadirkan ahli akuntansi untuk meneliti salah satu buku.

“Besok itu seperti diskusi, karena keterangan dari pihak keluarga juga sangat diperlukan. Dan akan mencocokkan dari hasil kajian tim ahli Museum Ranggawarsito. Insyaallah akan ada juga ahli akutansi dari dinas kami (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata),” ujarnya.

Baca: Kisah Penemuan Buku Peninggalan Raja Kretek Nitisemito di Pasar Loak Belanda

Rencananya, pada 22 Oktober 2020 mendatang jika tak ada perubahan rencana juga akan digelar seminar mengenai buku-buku ini.

“Bagaimanapun kami harus menghormati keluarga ahli waris, jadi semua sesuai dengan persetujuan ahli waris. Selama ini tanggapanya sangat baik, kemarin kami berkunjung ahli waris untuk berkomunikasi, beliau juga mengapresiasi kami sudah mau mengkaji keaslian buku itu,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...