Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kendaraan Angkut Sampah di Kudus Banyak yang Keropos, Pengadaan Butuh Dana Miliaran

MURIANEWS, Kudus – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus memerlukan peremajaan kendaraan pengangkut sampah. Pasalnya, dari ratusan unit sarana prasarana yang dimiliki Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, banyak yang sudah keropos.

Sarana alat angkut sampah yang dimilik Dinas PKPLH Kudus saat ini tercatat sebanyak 355 unit. Terdiri dari truk dump, becak motor, buldoser, arm roll truk, kontainer, mobil pengangkut tinja, dan becak sampah manual.

Dari total 355 unit itu, sebanyak 71 unit mengalami keropos. Sedangkan kendaraan yang masih normal jumlahnya 284 unit.

Dengan kondisi ini, alat angkut sampah itu dinilai butuh peremajaan. Setidaknya, Dinas PKPLH membutuhkan tambahan sarana berupa tiga dump truk dan tiga armroll truk.

Untuk pengadaan enam unit itu, setidaknya dibutuhkan dana mencapai Rp 3 miliar. Namun, saat ini Dinas PKPLH Kudus tak memiliki anggaran untuk pengadaan.

Kasi Pengelolaan Persampahan Limbah B3 Dinas PKPLH Kudus Heri Muryanto mengatakan, Pihaknya sudah mengusulkan ke Pemerintah Daerah lewat APBD 2021. Namun, perihal disetujui atau tidak Dinas PKPLH belum tahu.

“Kami ajukan ke Pemda di APBD 2021. Tapi karena anggarannya banyak kami tidak tahu apakah nantinya disetujui atau tidak,” katanya, Jumat (16/10/2020).

Sementara Sekretaris Dinas PKPLH Kudus, Rofiatun mengatakan, untuk tahun ini memang belum ada anggaran untuk pengadaan sarpras.

Menurutnya selama ini pihaknya tetap melakukan perbaikan unit-unit kendaraan yang mengalami kerusakan.

“Untuk kendaraan yang rusak langsung kami perbaiki di bengkel. Kami sudah menjalin kerja sama dengan beberapa bengkel mobil di Kudus. Begitu rusak langsung kami perbaiki. Kalau untuk pengadaan belum ada,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...