Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

70 Persen Kawasan Patiayam Kritis, Pembalakan Liar Diduga Jadi Biang Keladi

MURIANEWS, Kudus – Kawasan Patiayam saat ini 70 persen lahannya merupakan lahan kritis. Hal itu diduga disebabkan adanya pembalakan liar di kawasan tersebut.

Kawasan Patiayam saat ini tak lagi hijau. Padahal tahun lalu sudah ada penanaman bibit oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun, jumlah seratus ribu bibit itu dirasa belum cukup membuat kawasan Patiayam menjadi hijau.

Pihak Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat berupaya melakukan reboisasi secara bertahap.

“Kalau sisi barat dari Desa Klaling sampai Desa Kandangmas sudah ditanami Agustus lalu. Di sisi timur Desa Terban juga sudah kami tanami. Tapi itu belum optimal. Sekalipun nantinya ditanam 400 ribu juga masih belum cukup,” kata Ketua KTH Patiayam Rejo Kasnadi, Jumat (16/10/2020).

Menurutnya kawasan di Patiayam perlu reboisasi. Ia menyatakan, pada 2019 lalu di kawasan Patiayam sudah ada penanaman 100 ribu bibit. Rencananya, tahun 2021 mendatang akan kembali dilakukan penanaman pohon.

“Untuk bibit tanaman, kami pilih tanaman buah-buahan. Selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, tanaman buah-buahan tidak akan ditebang,” ujarnya.

Tanaman buah-buahan yang ditanam itu beragam. Di antaranya mangga dan durian. Itu ditanam mulai dari Desa Klaling, Desa Kandangmas, Desa Terban sampai Desa Sukobubuk di Kecamatan Margorejo, Pati.

Sejauh ini pihaknya menggandeng pihak swasta. Rencananya pada Desember atau Januari mendatang akan kembali dilakukan penanaman. Kasnadi berharap reboisasi di kawasan Patiayam bisa terus berlanjut.

“Kami tanam di sepanjang poros Patiayam. Harapan kami supaya Patiayam bisa menjadi lebih hijau. Karena Patiayam merupakan hutan lindung,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...