Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dua Pekan Muncul 86 Kasus Corona di Grobogan, Warga Diminta Waspadai Klaster Keluarga

MURIANEWS, Grobogan – Penambahan kasus baru positif virus corona atau Covid-19 di Grobogan masih terus terjadi pada dua pekan pertama di bulan Oktober ini. Perkembangan pada Kamis (15/10/2020) hari ini, terdapat lima kasus baru dan enam pasien sembuh dari Covid-19.

Dengan demikian, hingga hari ke-15 di bulan Oktober ini selalu ada penambahan kasus baru Covid-19. Dari tanggal 1 sampai 15 Oktober, totalnya sudah ada penambahan 81 kasus positif Covid-19.

Dengan perkembangan ini, maka total kasus positif corona di Grobogan bertambah jadi 530 orang. Rinciannya, jumlah pasien sembuh bertambah jadi 397 orang, dan pasien meninggal 71 orang. Sementara jumlah pasien yang masih dirawat maupun menjalani isolasi mandiri ada 62 orang.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Grobogan Endang Sulistyoningsih mengungkapkan, lima kasus baru hari ini tersebar di lima kecamatan. Yakni, perempuan usia 55 tahun dari Kecamatan Kradenan dan pria usia 35 tahun dari Kecamatan Purwodadi, yang dirawat di RS Panti Rahayu Purwodadi.

Kemudian, perempuan usia 35 tahun dari Kecamatan Karangrayung, pria usia 23 tahun dari Kecamatan Godong, dan pria usia 56 tahun dari Kecamatan Grobogan yang dirawat di RSUD Purwodadi.

Sedangkan enam pasien sembuh adalah perempuan usia 45 tahun dari Kecamatan Godong, pria usia 41 tahun dari Kecamatan Gubug, dan perempuan usia 53 tahun dari Kecamatan Purwodadi.

Berikutnya, perempuan usia 42 tahun dari Kecamatan Wirosari, perempuan usia 48 tahun dari Kecamatan Klambu, dan perempuan usia 53 tahun dari Kecamatan Grobogan.

Endang menyatakan, di antara kasus baru yang muncul pada bulan Oktober ini merupakan klaster keluarga. Seperti di Kecamatan Wirosari dan Kecamatan Godong.

“Hal ini tentunya perlu diwaspadai karena penyebaran kasus Covid-19 ini sudah ada di klaster keluarga. Di mana, ketika ada salah satu yang terinfeksi virus maka bisa menularkan pada anggota keluarga yang lain,” kata Endang.

Untuk mencegah klaster keluarga ini, pihaknya mengajak seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan memperhatikan ventilasi, durasi, dan jarak.

Saat di rumah buka jendala dan pintu agar udara segar bisa bersirkulasi, sediakan kamar tersendiri untuk keluarga yang kerap bekerja keluar rumah dan terpisah dengan yang rentan (lansia dan balita).

Terkait kondisi itu, Endang kembali mengingatkan pada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir. Untuk itu, ia meminta masyarakat agar selalu melaksanakan protokol kesehatan saat melaksanakan aktivitas sehari-hari agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Gunakan masker, jaga jarak, jangan berkerumun, dan cuci tangan pakai sabun untuk mencegah penularan Covid-19,” tegasnya.

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...