Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Orderan Fiktif Marak di Pati, Penjual Minuman dan Sate Online Jadi Korban

MURIANEWS, Pati – Modus penipuan saat ini cukup beragam. Apalagi di tengah pasar online yang semakin sulit dikontrol oleh penjual. Bisa jadi, penjual malah kena tipu oleh pemesan yang tidak bertanggung jawab.

Baru-baru ini orderan fiktif juga marak terjadi di Bumi Mina Tani. Modusnya, pelaku memesan dalam jumlah banyak dengan sistem pembayaran cash on delivery (COD). Namun, ketika penjual sudah sampai lokasi COD, ternyata pemesan tidak ada.

Hal ini sebagaimana dialami oleh Devieta salah satu penjual minuman asal Kauman, Kecamatan Juwana. Dia mengaku mendapatkan orderan lewat pesan WhatsApp itu Selasa (13/10/2020) kemarin.

Dia pun merespon seperti biasa terlebih pesanan diminta dikirim ke salah satu rumah sakit yang ada di Juwana.

“Kebetulan saya memang sering dapat pesanan dari rumah sakit itu jadi saya tidak curiga sama sekali. Apalagi mengatasnamakan dari dokter. Pesanannya sampai 15 cup,” katanya.

Namun di tengah pesanan, dia kembali mendapatkan pesan WA. Kali ini pelaku meminta untuk dibelikan pulsa. Tak tanggung-tanggung pelaku meminta dikirim pulsa hingga Rp 100 ribu. Saat itulah dirinya mulai ragu.

Unggahan Devieta pada media sosial Facebook usai mendapatkan orderan fiktif (MURIANEWS/Cholis Anwar)

“Kalau cuma Rp 10 hingga 20 ribu mungkin bisa saya belikan di warung dekat rumah. Tapi ini sampai Rp 100 ribu,” imbuhnya.

Meski begitu dia tetap membuatkan pesanan tersebut dan meminta kurir untuk mengantarkan. Namun untuk pulsanya belum dibelikan terlebih dahulu. Dia memang meminta kurir membelikan setelah menerima uang dari pemesan.

“Ternyata saat kurir menghubungi, pelaku mengaku masih memeriksa pasien dan tetap memaksa agar dibelikan pulsa terlebih dahulu. Lantaran tak dibelikan pulsa, tiba-tiba yang pelaku memblokir nomor saya dan kurir,” jelasnya.

Kecurigaan telah menjadi korban penipuan semakin menguat setelah kurir menanyakan nama pemesan kepada pegawai rumah sakit. Rupanya di rumah sakit tersebut tidak ada satupun nama dari pemesan terlebih yang mengatakan dokter.

“Ya sudah saya minta es itu untuk dibawa balik ke rumah,” terangnya.

Rupanya kejadian itu tak hanya menimpa dirinya saja namun juga banyak yang lain. Seperti ada pedagang sate yang mendapatkan orderan fiktif hingga 90 tusuk sate. Juga ada pedagang buah mangga.

“Kebetulan setelah kejadian saya unggah di media sosial. Ternyata banyak yang mengaku ikut menjadi korban. Semoga tidak ada lagi korban lain,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...