Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kasus Corona di Kudus Melonjak, DKK Pastikan Bukan Imbas Aksi Demo

MURIANEWS, Kudus – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus mengalami lonjakan sejak beberapa hari terakhir. Meski demikian Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus memastikan lonjakan kasus di Kudus bukan karena adanya demo UU Omnibus law Cipta Kerja.

Peningkatan itu disebut karena DKK masih terus melakukan tracing kontak dari para pasien corona di Kudus. Sementara untuk laporan peserta demo yang terpapar virus hingga kini masih nihil.

“Penambahan kasus bukan karena ada demo, tapi memang hasil dari tracing kontak pasien corona yang telah terkonfirmasi,” ucap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus Abdul Azis Achyar Selasa, (13/10/2020) petang.

Dalam perjalanannya sendiri, kata dia, memang tidak ada permintaan rapid test sebelum para peserta melakukan aksi demo. Sehingga memang tidak diketahui apakah ada atau tidak. Namun sampai kini memang belum ada laporan terkait hal itu.

Aziz merincikan, jumlah kasus Covid-19 pada tanggal 7 Oktober 2020 tercatat sebanyak 1.677 kasus. Kemudian mulai naik menjadi 1.733 kasus di tanggal 8 Oktober 2020, kemudian naik lagi pada  tanggal 9 Oktober 2020 kasusnya naik lagi menjadi 1.746 kasus.

Sementara jumlah kasus per tanggal 12 Oktober 2020 mencapai 1.784 kasus. Sebanyak 57 kasus di antaranya menjalani perawatan, sebanyak 205 kasus isolasi, sembuh sebanyak 1.311 kasus dan meninggal sebanyak 209 kasus.

“Itu semua adalah karena adanya tracing kontak pasien corona,” ujarnya.

Penelusuran kontak erat penderita, kata dia, memang terus dilakukan. Hal tersebut dilakukan guna memutus mata rantai penularan virus corona yang semakin masif.

Sementara Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengakui tidak ada laporan pendemo terpapar Covid-19, karena sebelumnya memang tidak ada pengecekan kesehatan terhadap mereka.

Sementara untuk petugas yang diterjunkan di lapangan, lanjut dia, dalam kondisi sehat.

Alhamdulillah sehat semua dan tidak ada yang terpapar virus corona,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah masyarakat Kudus yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Kudus (AMPERA) menggelar aksi turun ke jalan untuk menolak disahkannya UU Omnibus Law, Kamis (8/10/2020) pekan lalu

Mereka, menganggap undang-undang tersebut sangat merugikan rakyat kecil dan hanya menguntungkan para penguasa.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...