Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cucu Raja Kretek Ceritakan Kemungkinan Buku Nitisemito Bisa Nyasar di Pasar Loak Belanda

MURIANEWS, Kudus – Salah satu dari tiga buku peninggalan Nitisemito ditemukan di pasar loak di Belanda. Salah satu cucu Raja Kretek asal Kudus itu, Yudhi Ernawan mengatakan, ada dua kemungkinan kenapa buku tersebut bisa sampai di Negeri Kincir Angin tersebut.

Buku catatan akuntansi Nitisemito itu ditemukan di pasar loak Waterlooplein Market Amsterdam, Belanda.

Kemungkinan pertama menurut dia yakni, karena adanya Museum Nitisemito di Belanda. Sedangkan kemungkinan kedua di era Nitisemito memang mempekerjakan tenaga administrasi dari Belanda.

Yudhi mengatakan, ada dua kemungkinan perihal penemuan buku akuntansi di Belanda. “Adik saya pernah ke Belanda. Dan dia menemukan Museum Nitisemito di sana. Kemungkinan dulunya buku itu di museum, terus tidak terpakai sehingga di bawa ke pasar loak. Tapi ini kemungkinan ya. Pastinya seperti apa saya juga tidak tahu,” katanya, Selasa (13/10/2020).

Untuk kemungkinan keduanya menurut Yudhi, Nitisemito memang banyak mempekerjakan tenaga administrasi yang berasal dari Belanda.

“Beliau (Nitisemito) merasa saat itu orang Belanda dirasa memiliki kelebihan jika dibandingkan kaum pribumi dalam membuat pengadministrasian,” terangnya.

Baca: Kisah Penemuan Buku Peninggalan Raja Kretek Nitisemito di Pasar Loak Belanda

Kepada MURIANEWS, dia mengatakan ingin dihadirkan ahli akuntansi ketika pengkajian tahap akhir pada Sabtu (13/10/2020) di Museum Kretek dilaksanakan.

“Kami ingin dihadirkan orang yang paham soal akuntansi. Kan itu di bukunya merupakan buku akuntansi yang kemungkinan berisi pembelian tembakau, pembelian minyak saus, ada nama De Javasche Bank juga yang kemungkinan itu transfer bank,” ujar dia.

Yudhi juga mengapresiasi pihak Museum Kretek yang telah memberikan ruangan khusus Nitisemito di salah satu sudut ruangan museum itu.

“Tentunya saya mengapresiasi sudah ada ruangan khusus Nitisemito. Walaupun sebenarnya koleksinya masih banyak di luar sana,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...