Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mahasiswi Asal Blora Ini Olah Gedebok Pisang Jadi Keripik yang Laku Sampai Jepang

MURIANEWS, Blora – Pandemi Covid-19 yang melanda sejak beberapa bulan terakhir, tak menyurutkan semangat warga untuk berkreasi dan berinovasi. Seperti yang dilakukan salah satu mahasiswi asal Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora ini.

Amelia Diaz Dwi Rahayu (19 ), mahasisiwi semester V di salah satu universitas di Semarang ini, mengubah batang (gedebok) pisang menjadi sebuah makan yang lezat, dan tak berbahaya untuk dikonsumsi.

Gedebok yang biasanya dibuang itu, ia olah menjadi keripik, yang ternyata laris manis. Bahkan laku sampai ke Jepang.

Proses pembuatan keripik gedebok pisang ini dimulai sejak tiga bulan lalu. Saat seluruh kegiatan kuliah tatap muka dihentikan dan diganti daring.

Dengan bimbingan petugas lapangan dari Dinas Pemuda Olahraga (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, melalui Program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda (PKKP) ia mengembangkan usahanya ini hingga tembus sampai Jepang.

“Bahanya mudah didapat, kita ambil gedebok pisang gablok (pisang untuk makan burung), kita ambil dalamnya,” kata Amelia, Selasa (13/10/2020).

Ketua PWI Blora Wahono mencoba keripik gedebok pisang buatan mahasiswi asal Blora. (MURIANEWS/Blora)

Dalam prosesnya gedebok yang sudah diambil dalamnya itu, dipotong-potong dan direndam dengan garam dan gamping selama 24 jam. Ini dilakukan untuk menghilangkan getahnya.

Kemudian dbaru dilapisi dengan tepung, lalu digoreng. Setelah digoreng baru diberi rasa. Ada rasa balado, ekstra pedas, barbeque, jagung bakar, dan rasa original.

“Untuk pemasaranya kita baru melalui online. Alhamdulillah sudah sampai Jepang, Padang, Jawa Barat, Semarang dan lokal Blora,” jelasnya.

Menurutnya, keripik gedebok pisang miliknya ini sudah diuji laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, dan hasilnya tidak berbahaya untuk dikonsumsi.

“Sudah pernah diuji di Dinkes, hasilnya tidak berbahaya. Untuk kandunganya sudah saya bawa di laborat kampus, tapi belum ada hasilnya karena masih libur pandemi,” katanya.

Dari usaha ini, mahasiswi yang juga alumni SMA Negeri 2 Blora itu kini sudah memiliki penghasilan sendiri. Dalam produksinya ia dibantu adik dan rekanya. Dalam sebuan rata-rata bisa menghasilkan Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Ia menyatakan, nanti setelah izin Produksi Pangan-Industri Rumah Tangga (P-IRT) keluar ia akan mengembangkan produknya itu ke toko dan swalayan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora Wahono, mengapresiasi inovasi anak muda ini. Ia sudah mencicipi keripik gedebok pisang tersebut.

“Enak ternyata, saya sangat bangga di tengah pandemi ini, ada anak muda seperti Amelia mau dan mampu berinovasi,” terangnya.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...