Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Duh, Penyebaran Covid-19 di Jepara Mulai Merambah di Lingkungan Pabrik Besar

MURIANEWS, Jepara – Penularan virus Covid-19 di Kabupaten Jepara sudah mulai menjangkau beberapa kelompok masyarakat. Setelah kalangan pendidik, anggota DPRD Jepara, penularan virus Covid-19 di Kabupaten Jepara juga diduga sudah mulai menjangkau lingkungan pabrik-pabrik besar.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara Moh Ali menyatakan, pada perkembangan terakhir, memang sudah mulai menjangkau lingkungan pabrik besar di Jepara.

Sebelumnya, Covid-19 menjadi sebuah klaster cukup besar di lingkungan seputar PLTU Tanjung Jati B. Kini, dari hasil lab yang sudah ada, kemungkinan menularnya virus ini di lingkungan pabrik besar sangat diwaspadai.

Dari hasil lab tanggal 10 Oktober 2020, diketahui ada warga Krapyak yang merupakan karyawan dari salah satu pabrik besar di Jepara. Satgas Penanganan Covid-19 Jepara sendiri menurut Moh Ali sudah melakukan upaya penanganan terhadap kasus ini.

Pihaknya pun langsung melakukan tracing baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan tempat bekerja orang tersebut.

“Hari ini kami sudah mulai melakukan upaya penanganan. Kami akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pabrik di mana yang bersangkutan bekerja. Tracing akan dilaksanakan, selain juga di kalangan keluarganya juga kalangan di tempatnya bekerja,” ujar Moh Ali, Senin (12/10/2020).

Menurut Moh Ali, dengan jumlah puluhan ribu pekerja, tentu tidak mungkin Satgas Covid Jepara melakukan swab massal. Jika memungkinkan, para pemilik pabrik akan diminta melakukan swab mandiri terhadap para pekerjanya.

Sementara itu, seorang warga Pelang yang sehari-hari berdagang di pasar dekat Pabrik Packland Wood Jepara di Jalan Raya Mayong-Kudus dikabarkan meninggal dunia dengan status Covid-19. Selama kurang lebih dua pekan, yang bersangkutan sempat dirawat di RS Kumala Siwi, Kudus, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Para pedagang di Pasar PWJ berharap ada penanganan lebih jauh menyusul meninggalnya wanita pedagang tersebut.

“Kami berharap ada perhatian menyusul apa yang terjadi pada pedagang yang meninggal ini. Sebab di pasar kan ada banyak pembeli yang merupakan karyaan di sejumlah pabrik besar disini. Bisa jadi ada penularan yang terjadi di kawasan ini,” ujar salah satu pedagang yang tidak mau disebutkan namanya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...