Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Alamak! PKL di Kawasan Museum Kretek ada 44 Orang, Tapi Tempat Cuci Tangan Hanya Empat Buah

MURIANEWS, Kudus – Protokol kesehatan yang dilakukan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di area Museum Kretek sampai Balai Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus belum sepenuhnya ditaati. Ketersediaan tempat cuci tangan juga tak sebanding jika dibandingkan dengan jumlah PKL yang ada.

Dari pentauan di lapangan, dimulai dari area pintu gerbang Museum Kretek menuju ke utara sampai dengan gerbang utara Balai Desa Getas Pejaten terdapat 44 PKL yang menjajakan dagangannya. Sedangkan tempat cuci tangan yang terbuat dari galon mini hanya ada empat unit.

Beberapa pedagang yang berjualan di area Museum Kretek bisa dibilang lebih taat lantaran sudah mengenakan masker dengan benar. Kendati jumlah cuci tangan yang ada masih terbilang minim.

Sedangkan PKL yang berjualan di area sekitar lapangan sepak bola Getas Pejaten sampai depan balai desa masih didapati pedagang yang tidak memakai masker terlihat melayani pembeli.

Ada juga yang sudah memakai masker tapi tidak benar. Yakni hanya menutup bagian dagu saja.

Salah seorang PKL yang menerapkan protokol kesehatan dengan benar bernama Suteja. Dia sudah lama menyiapkan tempat cuci tangan. Bentuknya seperti galon kecil.

Di tempat cuci tangan itu, ia menyediakan sabun cair berwarna hijau yang diletakkan di atas galon. Protokol kesehatan juga diterapkan olehnya. Yakni dengan selalu memakai masker. Hal itu terlihat saat melayani pembeli.

“Diminta untuk menyediakan tempat cuci tangan. Ya saya sediakan. Kami ngikut saja,” terangnya, Minggu (11/10/2020).

Dia juga mengikuti peraturan jam malam. “Sekarang jam delapan sudah pada tutup dan beres-beres,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Getas Pejaten, Kusnadi mengatakan sudah sering mengimbau PKL untuk menerapkan protokol kesehatan. “Sudah terus kami imbau untuk pakai masker dan cuci tangan,” katanya.

Kusnadi berharap agar PKL yang berjualan di sepanjang Museum Kretek dari utara ke selatan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...