Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Permintaan Masih Tinggi, Penjualan Kelapa Kopyor Pati Tak Terdampak Pandemi

MURIANEWS, Pati – Berbicara mengenai kelapa kopyor, bagi masyarakat Bumi Mina Tani mungkin sudah hal yang biasa. Apalagi di Pati bagian utara, hampir semua pekarangan rumah milik warga, terdapat pohon kelapa yang menjulang tinggi.

Banyaknya kelapa kopyor ini membuat Pati jadi jujugan pencinta kelapa kopyor. Lantas bagaimana nasib penjual ataupun pembudidaya di kala pandemi ini?

Untuk usaha kelapakopyor sendiri, hingga saat ini masih mendulang keuntungan yang sangat signifikan. Bahkan keberadannya banyak diburu masyarakat Indonesia.

Hal itu diakui sendiri oleh Sibaweh, pembudidaya kelapa kopyor asal Sambiroto, Kecamatan Tayu. Menurutnya, menekuni dunia kelapa kopyor hampir tidak ada ruginya. Apalagi saat permintaan dari luar daerah membludak.

Bahkan saat pandemi pun, permintaan dari masyarakat masih cukup banyak. Terkadang, dirinya harus mencari kelapa dari pembudidaya lain untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

“Pasar saya ini rata-rata memang di Jakarta dan Bandung. Sekalipun Jakarta di lockdown, tapi masyarakat lain masih mengkonsumsi kepala kopyor ini,” katanya.

Dalam sutuasi demikian, permintaan untuk setiap bulannya mampu mencapai 10 ribu biji kelapa berbagai ukuran. Namun, terkadang juga kurang dari jumlah tersebut.

Untuk harganya sendiri, tergantung dari besar dan kecilnya kelapa. Semkain besar, tentu harganya juha semkain tinggi. Dalam hal ini, dirinya mempunyai patokan harga tersendiri.

“Untuk ukuran kecil, harganya Rp 25 ribu. Kalau ukuran besar sampai Rp 50 ribu per kelapa,” terangnya.

Karena hasil yang menjanjikan itu, dirinya berani bespekulasi untuk menanam kelapa kopyor dalam jumlah banyak. Tak hanya itu, dirinya pun menularkan usahanya tersebut kepada warga sekitar.

“Prospeknya sangat jelas, pasanya ada banyak dan prosesnya cukup mudah. Tinggal butuh lahan, kemudian ditanani kelapa kopyor,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...