Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Padurenan, Desa di Kudus yang Dikenal Punya Aura Selesaikan Berbagai Pertikaian

 

MURIANEWS, Kudus – Setiap daerah memiliki mitos dan cerita unik tersendiri. Salah satunya cerita tentang Desa Padurenan, di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Dipercaya atau tidak, setiap kali ada orang padu (bertikai) ketika dibawa ke desa ini maka akan lerenan (selesai).

Asal-usul itulah yang menjadi nama Desa Padurenan sampai sekarang ini.

Menurut cerita yang dibagikan secara turun-temurun, konon setiap kali ada orang yang bertikai tidak ada titik temu, ketika dibawa ke Padurenan, pertikaian itu dapat terselesaikan.

Dari situlah Desa Padurenan sering disambangi mereka yang mengalami silang pendapat.

Salah satu tokoh warga RT 1, RW 1 Desa Padurenan Ahmad Wafiy Baq mengatakan situasi tersebut memang benar adanya. Dia mengaku pernah menyaksikan sendiri pihak yang silang pendapat terkait perbedaan hari Idul Fitri.

“Pernah ada pihak yang berdebat soal perbedaan beda hari Lebaran. Saya melihat sendiri. Akhirnya setelah berdiskusi di Padurenan masalahnya selesai,” katanya.

Hal yang sama juga disaksikan sendiri oleh Wafiy. Kali ini soal perbedaan persepsi terkait memakamkan korban tsunami yang terjadi di Aceh 26 Desember 2004.

“Ada juga soal perbedaan persepsi tentang pemakaman korban tsunami. Ada orang ke sini merasa tidak setuju dengan prosedur pemakaman masal yang langsung dituang dari truk,” jelasnya.

Saat itu, ayah Wafiy memberikan penjelasan kepada orang tersebut.

“Ayah saya bilang kalau jenazah segitu banyaknya harus dikuburkan secara normal satu per satu siapa yang mau mengubur. Kalau ditunggu telalu lama justru jadi batang,” sambungnya.

Pada akhirnya, menurut Wafiy orang tersebut dapat menerima penjelasan ayahnya. “Akhirnya orang yang datang tersebut mengerti dan mau menerima,” terangnya.

Menurut Wafiy, magis Desa Padurenan tak terlepas dari banyaknya wali yang ada di Desa Padurenan. Mulai dari Kyai Mawardi, Kyai Muhammad Syarif dan para kiai penyebar Islam lainnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...