Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jadi Tersangka, Empat Mahasiswa Demo Omnibus Law Semarang Terancam 12 Tahun Penjara

MURIANEWS, Semarang – Empat mahasiswa perguruan tinggi di Semarang yang menjadi peserta aksi unjuk rasa atau demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 170, 212, dan 216 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar F Sutrisna menjelaskan, jeratan hukum tersebut dilakukan lantaran keempat mahasiswa tersebut dituduh menjadi pelaku tindak anarkistis pada demo yang berakhir ricuh di depan Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Rabu (7/10/2020).

Baca: Gerbang Pemprov Jateng Roboh Diterjang Demonstran, Polisi dan Pers Kampus Terluka

“Atas dasar itu, para pelaku tindak anarkis ini akan dijerat dengan pasal 212, 216, 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun,” katanya.

“Keempat mahasiswa ini berinisial IAN, MAM, IRF, dan NAA. Mereka kita proses hukum di Polrestabes Semarang,” imbuh Kabid Humas Polda Jateng seperti dikutip Solopos.com.

Keempat mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka itu dari dua kampus perguruan tinggi swasta (PTS) dan satu kampus perguruan tinggi negeri (PTN).

Baca: Demo di Kartosuro Ricuh, Satu Truk Satpol PP Dibakar Massa

Iskandar menyebut aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja juga terjadi di beberapa daerah di Jateng. Selain di Kota Semarang, unjuk rasa yang diikuti mahasiswa juga terjadi di Solo, Sukoharjo, Pekalongan, dan Magelang.

Dari unjuk rasa di berbagai daerah di Jateng itu, ada 97 orang yang ditangkap karena diduga melakukan tindak anarkistis. Meski demikian, Polda Jateng hanya mengumumkan lima orang yang diproses secara hukum.

Kelima orang itu empat di antaranya dari Kota Semarang berstatus mahasiswa, dan satu orang lainnya dari kasus unjuk rasa di Kartasura, Sukoharjo. Demonstran di Kartasura Sukoharjo berinisial RT dijerat dengan Pasal 216 KUHP.

Baca: Pantau Jalannya Demo, Kapolda Jateng Terjun Langsung ke Kartosuro

Kabid Humas Polda Jateng menambahkan dari sederet aksi unjuk rasa di berbagai daerah itu menyebabkan sejumlah kerusakan fasilitas pubik. Peserta unjuk raja selain mahasiswa juga elemen masyarakat lainnya.

Fasilitas publik yang rusak itu antara lain gerbang Gedung DPRD Jateng di Semarang, truk Satpol PP dan pos polisi di Sukoharjo, mobil dinas Diskominfo Pekalongan, dan mobil Binmas Polres Pekalongan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...